Kejari Penajam Lakukan Pendampingan Pengerjaan Proyek

Bagus Purwa

Kajari Penajam Paser Utara, Darfiah.

Penajam, helloborneo.com – Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan pendampingan terhadap sejumlah proyek fisik yang dikerjakan pemerintah kabupaten setempat untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara Darfiah saat dihubungi helloborneo.com, Sabtu, mengatakan pengawasan dilakukan TP4D (tim pengawal dan pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah) untuk mencegah penyimpangan dalam pengerjaan proyek.

Ia menjelaskan, TP4D melakukan pendampingan sampai pengerjaan proyek tersebut rampung, tahapan pengerjaan proyek itu harus dilakukan secara profesional sehingga hasil pekerjaan sesuai perencanaan dan tidak menjadi masalah hukum.

“Jika dalam tahapan pengerjaan proyek itu ditemukan tidak sesuai spesifikasi, TP4D langsung memberikan masukan kepada kontraktor pelaksana maupun instansi yang mengerjakan proyek bersangkutan,” jelas Darfiah.

Ia menimpali lagi, “Kalau ada kekurangan langsung kami koreksi dan koreksi itu selalu didengar dan direspon positif dengan langsung memperbaiki kekurangan yang menjadi temuan TP4D.”

Program pembangunan infrastruktur yang mendapat pendampingan tegas Darfiah, tidak akan terlepas dari perkara hukum apabila dalam proses atau tahapan pengerjaan pembangunan tidak sesuai spesifikasi atau perencanaan.

“Kalau dalam tahapan pengerjaan memang ada yang kurang dan menyalahi peraturan, pasti akan diproses sesuai aturan kendati didampingi TP4D,” ujarnya.

“Setelah proyek selesai dikerjakan, kejaksaan meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit atau memeriksa hasil pekerjaan proyek itu,” tambah Darfiah.

Untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi menurut dia, Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara aktif melakukan pengawasan program pembangunan pemerintah kabupaten setempat.

Sejumlah proyek fisik yang mendapat pendampingan TP4D Kabupaten Penajam Paser Utara, di antaranya tujuh program kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan dengan nilai proyek lebih kurang Rp30 miliar.

Program kegiatan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan nilai proyek sekitar Rp20 miliar, serta kegiatan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan nilai proyek sekitar Rp17 miliar juga mendapat pendampingan TP4D. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.