Puluhan Lahan Gambut di Penajam Kembali Terbakar

Ari B

Dokumentasi BPBD PPU.

Penajam, helloborneo.com – Puluhan hektare lahan gambut di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali terbakar sejak Rabu (15/8) sore, kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat Nurlaila.

“Kebakaran lahan gambut itu terjadi sejak Rabu (15/8) sekitar pukul 17.00 Wita, di RT 11 Kelurahan Tunan, Kecamatan Penajam, jelas Nurlaila ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Lokasi kejadian kebakaran tersebut tepatnya di wilayah PT Kebun Mandiri Sejahtera, luas lahan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hingga 20 hektare dengan ketebalan lebih kurang satu meter.

Menurut Nurlalia, petugas kesulitan untuk masuk ke areal kebakaran sehingga terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk melakukan pemadaman di arael lahan gambut yang terbakar itu.

“Kondisi jalan yang cukup sempit dan harus melalui sungai menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk masuk ke areal kebekaran,” ujarnya.

Nurlaila menimpali lagi, “api sebelumnya berhasil dipadamkan oleh petugas, tapi kembali menyala karena dorongan angin disertai cuaca panas.”

Petugas pemadam kebakaran hanya bisa menggunakan mesin portable dan mesin pompa air untuk mengatasi api yang tersebar di beberapa titik.

Kebakaran lahan gambut di RT 11 Kelurahan Tunan, Kecamatan Penajam tersebut diduga diakibatkan aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat sekitar.

Pejabat Bupati Penajam Paser Utara Bere Ali meminta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD salalu siap siapa menanggulangi bencana tang terjadi di wilayah setempat.

Ia menambahkan, hal yang harus diperhatikan saat menghadapi bencana, yakni kesiapan SDM (sumber daya manusia), peralatan dan logistik serta prosedur penanggulangan dan rehabilitas pasca bencana.

Sebelumnya juga sudah terjadi kebakaran lahan gambut di wilayah kilometer 3 dan sekitar Bendungan Lawe-Lawe, kilometer 11 Lawe-Lawe serta di Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam dengan luasan yang terbakar mencapai sekisar 14 hektare. (bp/hb)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.