Kejari Penajam Terus Sidik Jembatan Ekowisata Bakau

Bagus Purwa

Kajari Penajam, Darfiah.

Penajam, helloborneo.com – Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus melakukan penyidikan proyek pembangunan jembatan di kawasan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam yang diduga bermasalah.

Kepala Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara Darfiah saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Rabu, menegaskan, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) terus melakukan penyidikan jembatan ekowisata hutan bakau yang diduga terjadi pelanggaran hukum dalam proses pembangunannya.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi atas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jembatan ekowisata hutan bakau itu, tapi kami belum menetapkan tersangka,” jelasnya.

Selain itu, Kejari Penajam Paser Utara juga meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP melakukan audit untuk memastikan besaran kerugian negara pada pembangunan jembatan di kawasan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru tersebut.

“Perkiraan sementara dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik, kerugian negara pada pembangunan jembatan ekowisata hutan bakau itu lebih kurang Rp200 juta,” ujar Darfiah.

Kejari Penajam Paser Utara mulai menangani dugaa kasus korupsi proyek pembangunan jembatan di kawasan ekowisata hutan bakau senilai Rp1,17 miliar tersebut pada 28 Februari 2018, dan pada 17 Juli 2018 ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Dari hasil pemeriksaan penggunaan anggaran dan hasil pengerjaan pembangunan jembatan ekowisata hutan bakau yang dikerjakan pada 2016 itu, diduga terdapat kerugian negara,” ungkap Darfiah.

Jembatan kayu sepanjang 400 meter yang dibangun Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di kawasan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam tersebut menggunakan anggaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kejari Penajam Paser Utara belum menetapkan tersangka, namun Darfiah memastikan, akan ada tersangka atas dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan yang melintasi hutan bakau di area ekowisata hutan bakau itu.

“Unsur-unsurnya dari hasil pemeriksaan para saksi-saksi sudah ada mengarah kepada tersangka penyelewengan proyek pembangunan jembatan hutan bakau, tapi belum bisa kami beritahukan sekarang,” tambahnya.

Darfiah menimpali lagi, “kami juga akan ungkap modus penyelewengan proyek pembangunan jembatan hutan bakau, setelah ada penetapan tersangka. Dugaan pelanggaran hukum masih dalam tahap penyidikan. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.