Bulog Kaltim-Kaltara Dampingi Petani Untuk Swasembada Pangan

Bagus Purwa

Peserta penyuluhan dan praktik pertanian melakukan praktik di demplot ‘on farm’ mandiri petani Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penajam, helloborneo.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Timur-Kalimantan Utara menjalankan program pendampingan petani untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.

“Program pendampingan petani itu bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Perum Bulog,” kata Kepala Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara Muhammad Anwar ketika dihubungi helloborneo.com dari Penajam, Jumat.

Untuk mendukung program swasembada pangan Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara menyelenggarakan penyuluhan dan praktik pertanian “on farm” menuju “off farm”.

Artinya petani didorong untuk lebih berdaya dengan memberi nilai tambah aktivitas usaha taninya, melalui pengelolaan produk pertanian maupun melalui berbagai pengembangan usaha berbasis pertanian.

“Kami telah adakan penyuluhan dan praktik pertanian itu bagi petani dan PPL (penyuluh pertanian lapangan) di Kabupaten Penajam Paser Utara, dihadiri 30 peserta” kata Muhammad Anwar.

Penyuluhan dan praktik pertanian yang digelar selama dua hari (27-28 November 2018) tersebut, Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Diharapkan kegiatan itu dapat memberikan pengetahuan pertanian yang baik dan benar dari proses pengolahan tanah hingga sesudah panen,” ujar Muhammad Anwar.

Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara lanjut ia, juga melakukan kegiatan “on farm” mandiri petani seluas satu hektare yang disinergikan dengan kegiatan TJSL Perum Bulog.

Dengan luasan panen sekitar 18.000 hektare tambah Muhammad Anwar, Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur dengan meningkatkan produksi serta kualitas beras.

Materi pembenihan olah tanah, praktik lapangan dan pengelolaan pasca panen pada penyuluhan dan praktik pertanian tersebut disampaikan Didin Wahyudin dan Dodi Dwi Handoko dari Balai Besar Padi Sukamandi, Subang Kementerian Pertanian.

Pada penyuluhan dan praktik pertanian itu juga diberikan materi teknik budaya tanam padi yang efektif dan efesien disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda Rusdiansyah. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.