Pupuk Kaltim Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Merek Dagang dan Hak Cipta bagi Mitra Binaan

Arsyad Mustar

Pelaku usaha yang mengikutu sosialisasi dan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan diri sendiri maupun orang lain (Fauzi/Humas Pupuk Kaltim)

Bontang, helloborneo.com – Sebanyak 20 orang pelaku usaha di Bontang mengikuti Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Merek Dagang dan Hak Cipta bagi Mitra Binaan, di Gedung Diklat Pupuk Kaltim, Rabu (05/12/2018).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pupuk Kaltim yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP). Tujuannya untuk melindungi hak cipta bagi produk-produk mitra binaan.

Sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, juga agar mitra binaan memiliki kompetensi kewirausahaan bisnis, dan mampu menghadapi tantangan dalam persaingan masyarakat ekonomi ASEAN.

Mewakili Manajemen dan Direksi Pupuk Kaltim, Staf Departemen CSR Irma Safni membuka langsung kegiatan ini. Dia mengatakan, sosialisasi dan pendampingan ini merupakan sebagai wukud Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan kapasitas mitra binaan.

“Khususnya dalam promosi dan pemasaran produk. Untuk menjalankan bisnis atau usaha, merek dagang dan hak cipta menjadi hal yang penting bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Lanjut Dia menyampaikan, merek dagang dan simbol hak cipta merupakan pembeda antar pelaku usaha. Dengan melakukan penerapan ini, merek dagang dan hak cipta akan mudah dikenali pelanggan dan dapat mengurangi risiko bisnis lain, serta mencuri Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Para mitra binaan pupuk kaltim antusias mengikuti sosialisasi dan pendampingan (Fauzi/Humas Pupuk Kaltim)

Atas dasar inilah, pelatihan tersebut akan menjadi peluang positif bagi mitra binaan dalam mengembangkan usaha. Untuk itu, melalui pelatihan ini diharapkan mitra binaan mampu melakukan manajemen usaha yang lebih baik. Sehingga memiliki daya saing tinggi dalam kegiatan usaha.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini mitra binaan dapat mengembangkan SDM yang mandiri dan mampu menciptakan kesempatan kerja untuk diri sendiri, maupun orang lain,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak dua narasumber yang dihadirkan dari Diskop- UMKP Bontang. Selama kegiatan berlangsung, para pelaku usaha yang hadir begitu antusias mengikuti dan menyimak apa yang disampaikan pemateri.

Sementara itu, Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Diskop-UKMP, Yusran mengatakan, merek dagang sebenarnya identitas produk. Kata Dia, jika produk tidak memiliki merek dagang, akan membuat bingung pelanggan.

“Kalau ada merek, orang akan senang. Misalnya ke toko, mau beli kopi, akan membeli kapal api. Itu salah contoh merek yang mudah diingat pelanggan,” sebutnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, adanya merek dagang agar dikenal orang banyak atau masyarakat. Biar punya kekuatan dan legalitas. Merek dagang hanya boleh dipakai pemilik usaha itu sendiri, baik itu nama, gambar, maupun logo.

“Tidak boleh menjiplak atas izin yg punya. Dengan adanya merek dagang, bisa menghindari produk palsu, proses dan omzet penjualan bisa meningkat, serta kesejahteraan pelaku usaha juga akan meningkat,” imbuhnya.

Atas terlaksananya kegiatan ini, Yusran berterima kasih kepada Pupuk Kaltim. Sebab, kata Dia, dengan kegiatan seperti ini bisa membantu masyarakat yang memiliki usaha dalam memperoleh merek dagang. Sehingga usaha yang dimilikinya menjadi legal.

“Kami sangat menyambut dengan baik kegiatan ini. Karena dengan memperoleh merek dagang, juga bisa menjadi standarisasi produk pelaku usaha,” tukasnya. (adv/am/tan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.