PN Penajam Vonis 15 Perkara Pidana Umum

Bagus Purwa

Kantor Pengadilan Negeri Penajam.

Penajam, helloborneo.comPengadilan Negeri Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang mulai dioperasikan akhir Oktober 2018 telah menjatuhkan putusan atau vonis perkara pidana umum mencapai 15 kasus dari 45 perkara yang disidangkan.

Kepala Pengadilan Negeri Penajam Anteng Supriyo saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, mengatakan, lembaganya hingga kini sudah menerima lebih kurang 45 perkara pidana umum, dan sidang digelar satu pekan sekali setiap Rabu.

“Perkara pidana umum yang diterima, diperiksa dan diadili Pengadilan Negeri (PN) Penajam mencapai sektar 45 kasus,” ujarnya.

Dari jumlah perkara pidana umum yang disidangkan tersebut lanjut Anteng Supriyo, 15 kasus di antaranya telah diputus atau vonis, dan kasus lainnya masih proses sidang.

“Putusan kasus itu bervariasi, vonis paling tinggi kasus kecelakaan lalu lintas yakni 2,6 tahun kurungan serta aborsi divonis 1 tahun kurungan,” jelasnya.

Perkara yang dilimpahkan ke PN Penajam dari Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara menurut Anteng Supriyo, di antaranya kasus abrosi, perlindungan anak dan perempuan, narkoba serta perjudian.

“Ada juga kasus pidana dengan terdakwa anak di bawah umur dilimpahkan Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara kepada PN Penajam,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, juga terdapat 1.400 perkara tilang yang masuk ke PN Penajam yang berlokasi di Kilometer 4 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam tersebut.

Selain perkara pidana tambah Anteng Supriyo, Pengadilan Negeri Penajam juga sudah menerima sekitar 19 kasus perdata.

“Ada gugatan 4 perkara perdata dan 15 permohonan kasus perdata yang sudah masuk ke PN Penajam,” ucapnya.

Pengadilan Negeri Penajam tegas Anteng Supriyo, melakukan percepatan melakukan putusan perkara dengan memprioritaskan layanan utama melaksanakan dan fungsi sebagai lembaga peradilan. (bp/hb)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.