“Imtek” Sementara WTP Lawe-Lawe Penajam Operasional 2019

Ari B

Kondisi Kolam Imtek WTP Lawe-Lawe Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Kolam penampungan air baku atau “imtek” sementara instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) Lawe Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditergetkan mulai operasional April 2019.

“Pengerjaan kolam penampungan air baku sementara tinggal tahap pengecoran,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi ketika di hubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Kontraktor pelaksana kegiatan lanjut ia, masih menunggu cuaca panas atau musim kemarau unuk melakukan pengerjaan pengecoran kolam penampungan air baku sementara intake Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Danum Taka tersebut.

Kolam penampungan air baku sementara instalasi pengolahan air bersih yang lazim disebut intake atau WTP itu kedalamannya empat meter dengan luas 60×40 meter persegi, dan memiliki daya tampung 6.000 meter kubik.

“Sampai saat ini kemajuan pengerjaan kolam penampungan air baku sementara hampir mencapai sekitar 60 persen,” ujar Supardi.

Ia optimistis dalam waktu tiga bulan atau paling lambat April 2019, kolam penampungan air baku di samping intake atau WTP PDAM Danum Taka tersebut sudah dapat digunakan atau difungsikan.

Kolam Imtek WTP Lawe-Lawe.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan kolam penampungan air baku sementara untuk menambah kapasitas distribusi air bersih PDAM Danum Taka itu, rampung awal Desember 2018.

Pembuatan kolam penampungan air baku sementara tersebut dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara, dikarenakan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe belum bisa dilanjutkan sebab pemerintah kabupaten setempat mengalami defisit keuangan.

Lokasi kolam penampungan air baku atau “imtek” sementara itu tidak jauh dari intake atau instalasi pengolahan air bersih (WTP) PDAM Danum Taka di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.

Kolam penampungan air baku sementara tersebut jelas Supardi, untuk mendukung pengoperasian instalasi pengolahan air bersih atau WPT Lawe-Lawe yang memiliki kapasitas 300 liter perdetik dan bangunan fisiknya telah rampung sejak 2015 tersebut.

“Untuk penggenangan air di kolam penampungan air baku sementara tidak membutuhkan waktu lama yakni, sekitar enam jam sampai 12 jam jika kondisi air sungai normal,” tambahnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.