Dewan Gelar RDP Terkait Permasalahan Data Pegawai di Bontang

Arsyad Mustar

Bontang, helloborneo.com – Terkait permasalahan data pegawai Bontang yang tidak masuk di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (ANRB) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Pejanjian Kerja (P3K), Komisi 1 DPRD Bontang Laksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Menurut  Agus Haris, Komisi 1 ingin mengetahui secara pasti mengapa data honorer Bontang tidak masuk didalam data base di Men-PANRB, hal ini pun membuat ingin mengetahui seperti apa kronologisnya terkait kekosongan data  pegawai di Bontang.

“Bisa dijelaskan secara detail mengapa hanya Bontang yang tidak terdaftar di data base Kementerian PANRB,” katanya Ketua Komisi 1 DPRD Bontang, Agus Haris, Senin (11/03/2018).

Dijelaskan Politikus Partai Gerindra ini, terkait kosongnya data  pegawai Bontang saat terakhir kali penerimaan PNS di 2014 silam. Ia berharap laporan yang sudah masuk tidak di setop hal ini yang kemungkinan menjadi acuan Menpan-rb untuk meniadakan seleksi P3K Kota Bontang.

Lebih lanjut, Agus mencontohkan di Kota Balikpapan saat penerimaan PNS di 2014, Pemkot Balikpapan tetap melaporkan pegawainya meskipun lewat dari batas yang ditentukan, dengan demikian data masih tercatat di data base.

“Seharusnya Bontang tidak menyetop data tersebut agar data dapat terus masuk di Men-PANRB,” imbuhnya.

Dalam kesempatannya, Asisten III Pemkot Bontang, Nurul menjelaskan bahwa data pegawai  Pemkot Bontang yang diinput yakni pada akhir penerimaan PNS di 2014 silam, akan tetapi data yang dikirim tidak diterima dikarenakan adanya tim verifikasi dari men-PANRB untuk seluruh data yang sudah diinput melalui sistem di BKD Bontang.

“Setelah kita masukkan semua data by sistem pada tahap 1, akan tetapi setelah diverifikasi tim dari pusat dan Bontang du nyatakan tidak lolos verifikasi,” terangnya. (adv/mam/tan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.