Pangkalan Di Penajam Jual Elpiji Bersubsidi Lampaui HET

Ari B

Monev Dinas KUKM Perindag PPU di Sejumlah Pangkalan Elpiji di Kecamatan Waru – Babulu.

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak lima pangkalan penjualan elpiji di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kedapatan menjual elpiji bersubsidi melampaui atau melebihi harga eceran tertinggi (HET) dari yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten setempat.

“Kami temukan lima pangkalan penjualan elpiji menjual elpiji bersubsidi melebihi HET,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Kelangkaan elpiji bersubsidi atau elpiji tabung ukuran tiga kilogram di Kabupaten Penajam Paser Utara dimanfaatkan sejumlah pedagang resmi elpiji PT Pertamina (Persero) di daerah itu.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Penajam Paser menemukan lima pangkalan penjualan elpiji menjual elpiji bersubsidi melampaui HET saat melakukan monitoring di lapangan.

“Temuan pangkalan penjualan elpiji menjual elpiji tabung ukuran tiga kilogram melebihi HET itu berdasarkan monitoring yang dilaksanakan pada Selasa-Rabu (23-24/4),” ungkap Rusli.

Lima pangkalan penjualan elpiji yang kedapatan menjual elpiji bersubsidi juga dikenal dengan tabung gas melon tersebut lanjut ia, berada di Kecamatan Waru dan Babulu.

“Harga tabung gas melon yang dijual lima pangkalan penjualan elpiji itu mencapai Rp20.000 per tabung,” jelas Rusli.

Sementara HET elpiji bersubsidi berdasarkan zonasi pendistribusian, di wilayah Kecamatan Waru dan Babulu ditetapkan Rp18.000 per tabung, di Kecamatan Penajam dan Sepaku Rp19.000 per tabung dan untuk wilayah terjauh ditetapkan Rp22.000 per tabung.

“Lima pangkalan penjualan elpiji itu juga lebih mementingkan menjual tabung gas melon kepada pengecer (warung atau toko) daripada kepada warga,” ucap Rusli.

Untuk itu ia meminta agar pihak Pertamina memberikan sanksi kepada lima pangkalan penjualan elpiji tersebut sebegai efek jera.

Pemilik pangkalan penjualan elpiji yang menjual elpiji bersubsidi ke pengecer atau melebih HET dapat dikenakan sanksi putus hubungan usaha serta pidana. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.