Lokasi Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan Disetujui Gubernur

Bagus Purwa

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud.

Penajam, helloborneo.com – Penetapan lokasi pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan sudah mendapat persetujuan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud saat ditemui helloborneo.com, Jumat, mengatakan, tahapan pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan terus berjalan sesuai prosedur yang ditentukan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut bupati, menyerahkan penyelesaian tahapan pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat.

“Informasinya, Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu sudah ditandatangani gubernur,” ungkap Abdul Gafur Mas’ud.

Surat keputusan penetapan lokasi pembangunan jembatan tol penghubung antara Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut diserahkan kepada Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain sebagai syarat persiapan pembebasan lahan, SK penetapan lokasi pembangunan jembatan tol penghubung itu juga sebagai syarat lelang investasi di Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Kabupaten Penajam Paser Utara jelas Abdul Gafur Mas’ud, telah menyiapkan semua keperluan atau kebutuhan untuk pembangunan jembatan tol penghubung  Penajam-Balikpapan.

Informasi yang diperoleh, luasan lahan yang dibutuhkan untuk membangun jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut lebih kurang 47,1 hektare, dengan panjang “trase” atau sumbu jalan untuk ruas jembatan sekitar 11,75 kilometer.

Total luasan lahan yang dibutuhkan itu, antara lain untuk sisi laut lebih kurang 34,6 hektare dan sekitar 12,5 hektare untuk sisi darat.

Pembebasan lahan lokasi pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah, proyek pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan 100 persen ditanggung pihak swasta atau investor.

Pembangunan fisik jembatan tol penghubung dengan ketinggian ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan laut tertinggi itu, dalam perencanaan dimulai pada 2019 hingga 2023. (Adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.