Penajam Siapkan 33 Ton Daging Kebutuhan Ramadan-Lebaran

Bagus Purwa

Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan PPU, Arief Murdiyatno.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bekerja sama dengan peternak dan pedagang hewan ternak lokal menyiapkan lebih kurang 33 ton daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu selama Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri 2019.

“Kami perkirakan setiap bulan puasa hingga Lebaran kebutuhan daging sapi mengalami peningkatan,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno ketika dihubungi helloborneo.com, Sabtu.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan persediaan daging sapi tersebut menurut dia, dalam bentuk ternak hidup sekitar 300 ekor sapi.

“Daging yang disiapkan itu merupakan bahan yang masih berupa ternak hidup dan siap dipotong tergantung permintaan pasar ,” kata Arief Murdiyatno.

“Untuk hari per hari kebutuhan daging sapi sampai menjelang Idul Fitri didata dari rumah potong hewan maupun tempat pemotongan hewan milik masyarakat,” ujarnya.

Rincian ternak hidup sebanyak 300 ekor sapi yang disiapkan tersebut lanjut ia, setara 33 ton daging segar setelah disembelih dan dikonversi.

Perhitungan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara mengenai kebutuhan daging sapi itu di tingkat peternak tersedia sebanyak 137 ekor sapi hidup atau setara 15 ton daging segar.

Kekurangan sebanyak 163 ekor sapi hidup atau setara 18 ton daging segar jelas Arief Murdiyatno, disediakan pelaku usaha atau pedagang hewan ternak lokal.

Selain menghitung persediaan hewan ternak sapi pada tingkat peternak tambahnya, juga menghitung persediaan pada pelaku usaha atau pedagang hewan ternak lokal.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara juga rutin melakukan pengawasan dan pemantauan mulai dari rumah potong hewan maupun tempat pemotongan hewan milik masyarakat hingga ke pedagang di pasar tradisional.

“Pemantauan dan pengawasan itu dilakukan untuk menjamin peredaran daging sapi dan unggas di pasar tradisional bebas penyakit serta tidak ada daging gelonggongan,” tegas Arief Murdiyatno. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.