BPBD Penajam Data Tiga Wilayah Sepaku Rawan Longsor

Ari B


Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendata ada tiga wilayah di Kecamatan Sepaku rawan terjadi bencana tanah longsor seiring hujan mulai mengguyur daerah itu.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila saat ditemui helloborneo.com, Selasa, mengatakan, instansinya mencatat ada tiga titik lokasi potensi terjadi longsor di Kecamatan Sepaku.

Tiga titik lokasi atau wilayah potensi terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan Sepaku tersebut lanjut dia, di Kelurahan Sepaku RT 01 dan 02, Desa Bukit Raya serta Telemow.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara akan mendirikan posko siaga di wilayah rawan bencana di Kecamatan Sepaku tersebut, agar dapat dengan cepat mengantisipasi terjadinya bencana.

“Kami dirikan posko siaga di titik rawan bencana untuk mengurangi risiko kebencanaan di wilayah rawan bencana di Kecamatan Sepaku, dan kami juga minta warga selalu waspada,” jelas Nurlaila.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Penajam Paser Utara mulai Kamis (9/5) malam hingga Sabtu (11/5) pagi mengakibatkan siring SD Negeri 017 Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku mengalami longsor.

Longsor yang terjadi Sabtu (11/5) sekitar pukul 10.00 Wita itu, berdampak terhadap gedung SD Negeri 017 yang tidak jauh dari titik tanah longsor.

Jika terjadi longsor susulan, bisa mengakibatkan tidak ada akses jalan untuk masuk menuju sekolah, serta berdampak pada bangunan sekolah yang akan ikut roboh.

“Longsor di SD Negeri 017 Desa Bukit Raya itu akan segara dibuatkan siring beton sebagai penahan, agar tidak terjadi longsor susulan,” kata Nurlaila.

Penanggulangan bencana tanah longsor di SD Negeri 017 Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku tersebut menurut dia, akan dilakukan dalam pekan ini.

Rencananya akan dibuatkan siring beton di lokasi tanah longsor untuk menahan agar tanah di sekitar sekolah tidak bergerak, pembuatan siring beton menggunakan anggaran tidak terduga APBD 2019 sekitar Rp530 juta. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.