Masyarakat Penajam Diimbau Waspada Kebakaran Sebelum Mudik

Ari B

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Andi Dahrul.

Penajam, helloborneo.com – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang akan bepergian pulang kampung atau mudik Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah diimbau untuk mewaspadai risiko terjadinya kebakaran saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Warga kami minta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan mudik,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Dahrul ketika ditemui helloborneo.com, Rabu.

Rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik tersebut, menurut dia untuk mengantisipasi adanya gangguan yang berisiko menyebabkan terjadinya kebakaran.

Mendekati momen libur lebaran, lanjutnya biasanya masyarakat mulai berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga.

Namun, tegas Andi Dahrul, sebelum bepergian sebaiknya kembali memastikan bahwa rumah yang akan ditinggalkan mudik Lebaran dalam kondisi atau keadaan tidak menimbulkan potensi kebakaran.

“Pastikan rumah yang akan ditinggalkan dalam keadaan kosong tidak menimbulkan potensi terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Andi Dahrul menjelaskan, ada beberapa yang langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Langkah yang harus dilakukan tersebut, memastikan aliran listrik di rumah aman dengan mematikan peralatan elektronik, seperti televisi, kulkas, kipas angin dan lainnya.

Selanjutnya mematikan dan melepas selang regulator kompos dari tabung gas. serta mematikan keran air agar tidak banjir saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang mudik Lebaran Idul Fitri 2019 juga diimbau untuk menitipkan rumah kepada tetangga yang tidak mudik.

Tradisi masyarakat muslim untuk bepergian ke kampung halaman atau biasa dikenal dengan istilah mudik untuk merayakan Lebaran Idul Fitri sudah menjadi tradisi tahunan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.