BWS Diminta Perhatikan Saluran Primer Terkait Banjir Penajam

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Balai Wilayah Sungai atau BWS yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diminta memperhatikan kondisi saluran primer terkait bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kami minta BWS memperhatikan kondisi saluran primer di wilayah Kecamatan Babulu, yang hampir empat tahun tidak ada penanganan,” kata Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Sekkab menyatakan aspek utama terjadinya bencana banjir di Kecamatan Babulu tersebut, selain pengaruh hujan deras yang masih mengguyur di daerah itu juga disebabkan saluran primer dangkal dipenuhi gulma (tumbuhan liar).

Tohar juga meminta instansi terkait melakukan penanganan para korban bencana banjir di wilayah Kecamatan Babulu dilakukan secara maksimal.

“Kami minta aparat kecamatan dan desa agar terus memperhatikan penyebab terjadinya banjir,” ujar ex officio Kepala BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Babulu yang terjadi Sabtu (8/6) sudah mulai surut.

Sedikitnya 135 kepala keluarga dengan 400 jiwa di Desa Gunung Intan terkena bencana banjir, serta 31 kepala keluarga dengan 102 jiwa di Desa Sri Raharja dan 111 kepala keluarga dengan 363 jiwa di Desa Sumber Sari juga menjadi korban bencana banjir tersebut.

Sementara sebanyak 13 kepala keluarga dengan 52 jiwa yang terkena bencana banjir cukup parah masih dievakuasi mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

“Kami minta warga tetap waspada karena hujan deras masih berpotensi terjadi,” ucap Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila ketika ditemui terpisah.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta kepada aparat di masing -masing desa agar tetap waspada memantau ketinggian air di saluran primer (utama) di wilayahnya.

“Diprediksi hujan deras masih berpotensi mengguyur wilayah Penajam Paser Utara hingga pertengahan Juni 2019,” kata Nurlaila. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.