Penajam Diminta Bebaskan Lahan Pelebaran Jalan Nasional

Bagus Purwa

Kepala Bapelitbang Kabupaten PPU, Alimuddin.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diminta membebaskan lahan untuk pelebaran jalan nasional trans Kalimantan di sepanjang wilayah di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin saat dihubungi helloborneo.com, mengatakan pemerintah pusat berencana melakukan pelebaran jalan nasional di wilayah Penajam Paser Utara.

“Dari hasil koordinasi kepala daerah dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten diminta menyiapkan lahan untuk pelebaran jalan nasional,” ungkapnya.

“Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus menyiapkan atau mengalokasikan anggaran pada APBD untuk pembebasan lahan warga yang terkena proyek pelebaran jalan nasional tu,” jelas Alimuddin.

Proyek pelebaran jalan nasional di sepanjang wilayah Penajam Paser Utara yang akan dimulai pada 2021 tersebut akan ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN.

Jalan Poros trans Kalimantan di wilayah Penajam Paser Utara tersebut masuk daftar jalan nasional, sehingga pemerintah pusat yang memiliki kewenangan untuk pengerjaan pelebaran jalan tersebut.

Pelebaran jalan nasional itu menurut Alimuddin, berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR dengan BPJN XII Balikpapan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mempunyai kewajiban menyediakan lahan dengan melakukan pembebasan tanah milik warga yang terkena titik pelebaran jalan nasional trans Kalimantan tersebut.

“Harga ganti rugi lahan milik warga akan mengacu pada hasil kajian tim apprisial, jika warga tidak mau uangnya akan dititipkan di pengadilan,” ujar Alimuddin.

“Rencananya jalan di wilayah Penajam Paser Utara itu akan dilebarkan enam meter, sisi kanan tiga meter dan sisi kiri jalan tiga meter,” tambahnya.

Jalan nasional trans Kalimantan di wilayah Penajam Paser Utara yang akan dilebarkan tersebut, Jalan Provinsi Kilometer satu sampai Kilometer sembilan, kemudian Jalan Provinsi yang berada di Kelurahan Petung hingga Kecamatan Waru. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.