Kepesertaan BPJS Kesehatan 53.000 Penduduk Penajam Dibayarkan APBD

Ari B


Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Jaminan Kesehatan Daerah atau Jamkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Padaelo.

Penajam, helloborneo.com – Iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan atau BPJS Kesehatan bagi 53.000 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten setempat.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Jaminan Kesehatan Daerah atau Jamkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Padaelo saat ditemui helloborneo.com, Senin, mengungkapkan terhitung hingga Juni 2019, peserta BPJS Kesehatan dari APBD sebanyak 53.000 jiwa.

Pertambahan peserta BPJS Kesehatan melalui program penerima bantuan iuran (PBI) dari APBD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut lanjut ia, didominasi peserta baru.

Penambahan terbanyak BPJS Kesehatan yang iuran kepesertaannya dibayarkan melalui APBD itu jelas Ahmad Padaelo, berasal dari peserta BPJS Kesehatan mandiri yang beralih ke program PBI dari APBD Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Peserta BPJS Kesehatan peralihan dari mandiri ke program PBI dari APBD hingga Juni 2019, diperkirakan sekitar 5.000 jiwa,” katanya.

Namun menurut Ahmad Padaelo, kepesertaan sejumlah warga peserta BPJS Kesehatan progam PBI dari APBD masih ditunda, sebab belum dimasukkan dalam basis data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Masih ada beberapa warga peserta BPJS Kesehatan yang iuran kepesertaannya dibayarkan APBD masih dipending, karena belum terdaftar dalam peladen (server) Disdukcapil,” ujarnya.

Warga peserta BPJS Kesehatan tersebut masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (KTP SIAK), sehingga mereka perlu melakukan perekaman data KTP elektronik terlebih dahulu untuk dapat diterima dalam basis data.

“Untuk meminta pendaftaran PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD wajib menggunakan KTP elektronik atau minimal sudah melakukan perekaman data KTP elektronik,” ucap Ahmad Padaelo.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen membayarkan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan seluruh penduduk di daerah itu, dengan mengalokasikan anggaran untuk pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan kelas III lebih kurang Rp20,3 miliar pada APBD 2019.

Syarat pendaftaran menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui program PBI dari APBD tersebut, masyarakat hanya menunjukkan KTP elektronik dan tidak perlu lagi menggunakan surat keterangan tidak mampu atau SKTM. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.