Puskesmas Di Penajam Diinstruksikan Aktifkan Jumat Bersih

Bagus Purwa

Kepala Dinas Kesehatan PPU, Arnold Wayong.

Penajam, helloborneo.com – Puskesmas di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diinstruksikan untuk mengaktifkan gerakan Jumat bersih di wilayah kerja masing-masing seiring ditemukannya 144 kasus demam berdarah dengue atau DBD di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arnold Wayong saat ditemui helloborneo.com, Kamis mengungkapkan, warga yang terserang DBD sepanjang 2019 meningkat sangat drastis dibanding 2018 yang tercatat hanya 46 kasus.

“Kami mencatat hingga Juni 2019 sudah terjadi 144 kasus DBD di wilayah Penajam Paser Utara, dengan satu penderita meninggal dunia,” jelasnya.

Untuk mencegah meluasnya serangan nyamuk “aedes aegypti” pembawa penyakit demam berdarah lanjut Arnold Wayong, masing-masing pimpinan Puskesmas diinstruksikan untuk mengaktifkan gerakan Jumat bersih.

“Gerakan Jumat bersih itu dilakukan untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk pembawa penyakit demam berdarah di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal, cara yang paling efektif mencegah mewabahnya DBD, dibanding “fogging” atau penyemprotan untuk memberantas nyamuk “aedes aegypti”.

“Kami tekankan warga terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan menguras dan menutup penampungan air, serta menaburkan abate di penampungan air,” kata Arnold Wayong.

“Masyarakat harus aktif gotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, sebab setelah turun hujan air banyak tergenang yang dijadikan sarang nyamuk pembawa penyakit deman berdarah,” ucapnya.

Setiap Puskesmas di wilayah Penajam Peser Utara juga ditugaskan melakukan penelitian epidemiologi di wilayah kerja masing-masing untuk mencegah kejadian luar biasa atau KLB demam berdarah.

Serangan nyamuk “aedes aegypti” pembawa penyakit demam berdarah yang tergolong berbahaya tersebut menurut Arnold Wayong, bisa muncul kapan dan di mana saja.

“Nyamuk pembawa penyakit deman berdarah berkembang biak dengan cepat pada kondisi iklim pancaroba atau hujan kemudian panas seperti saat ini,” tambahnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.