Dukungan Anggaran Operasional PMI Penajam Masih Minim

Ari B

Wabup PPU, Hamdam.

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Hamdam yang ditunjuk sebagai Ketua Palang Merah Indonesia atau PMI setempat menyatakan dukungan untuk operasional PMI masih minim.

“Dukungan anggaran untuk pembiayaan PMI Kabupaten Penajam Paser Utara masih minim,” kata Hamdam ketika ditemui helloborneo.com, Kamis.

Anggaran operasional PMI Kabupaten Penajam Paser Utara ungkapnya, hingga saat ini masih menggunakan dana hibah 2017.

Untuk itu PMI Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Hamdam, mengajukan anggaran operasional pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Perubahan 2019.

Besaran anggaran untuk mendukung operasional PMI Kabupaten Penajam Paser Utara yang diusulkan pada APBD 2019 tersebut lebih kurang Rp500 juta.

Anggaran sekitar Rp500 juta itu menurut Hamdam, untuk membayar gaji pengurus PMI, serta biaya pelatihan keterampilan tanggap bencana anggota PMI Kabupaten Penajam Paser Utara.

Anggaran yang diusulkan pada APBD Perubahan 2019 Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut juga untuk kegiatan konsolidasi pengurus PMI tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

Hamdam berharap PMI Kabupaten Penajam Paser Utara semakin maju dan mampu bekerja sebagaimana tugas dan fungsinya membantu serta melayani masyarakat.

“Tugas dan fungsi PMI itu memberikan pelayanan kemanusiaan dan siap membantu kegiatan penanganan pascabencana,” jelasnya.

“Dana operasional sangat dibutuhkan PMI Kabupaten Penajam Paser Utara untuk dapat melaksanakan program dan kegiatan kemanusiaan,” ujar Hamdam.

PMI Kabupaten Penajam Paser Utara telah memiliki kantor sendiri yang dibangun dengan dana APBD 2016 sekitar Rp1,4 miliar dan diresmikan penggunaannya pada awal 2017. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.