Pemerintah Pusat Bantu Penajam Bangun Tempat Pelelangan Ikan

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan berupa pembangunan tempat pelelangan ikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kami menginginkan ada tempat pelelangan ikan agar produksi ikan tangkap dan kesejahteraan nelayan meningkat,” kata Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud.

Kementerian Kelautan dan Perikanan lanjut Bupati, memberikan bantuan untuk membangun tempat pelelangan ikan di wilayah Penajam Paser Utara.

Membangun tempat pelelangan ikan jelas Abdul Gafur Mas’ud, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama nelayan di wilayah Penajam Paser Utara.

Tempat pelelangan ikan tersebut menurut Bupati, lebih tepat dibangun di daerah Logpond yang berada di wilayah Kecamatan Waru.

Bupati Abdul Gafur Mas’ud juga ingin mengarahkan industri perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, dipusatkan di Kecamatan Waru.

“Daerah Logpond di Kecamatan Waru, sangat tepat dipilih sebagai sentra perikanan di wilayah Penajam Paser Utara,” ucapnya.

Abdul Gafur Mas’ud menimpali lagi, daerah Logpond di Kecamatan Waru, memiliki keunggulan terdapat gusung yang bisa digunakan sebagai lokasi tambat kapal nelayan.

Oleh karena itu tambah Bupati, tempat pelelangan ikan Kabupaten Penajam Paser Utara, lebih tepat dibangun di daerah Logpond di wilayah Kecamatan Waru.

Pemerintah pusat juga memberikan bantuan berupa 55 unit mesin kapal, satu unit alat belat, serta papan nama yang dibagikan kepada 15 kelompok nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu, ada juga bantuan dari Kementerian Koordinator atau Kemenko Bidang Kemaritiman berupa peralatan “fish on” serta pembangunan “Maritim Techno Park” yang diharapkan dapat direalisasikan pada 2020. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.