Tujuh Kali Kebakaran Lahan di Penajam Dalam Satu Hari

Dok. Pusdal Ops BPBD PPU.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Tujuh kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dalam satu hari kemarin, kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD setempat Nurlaila.

“Potensi kebakaran lahan di wilayah Penajam Paser Utara pada musim kemarau cukup tinggi,” kata Nurlaila ketika dihubungi helloborneo.com, Sabtu.

Kebakaran lahan yang baru saja terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, terjadi bergantian di empat wilayah berbeda dalam satu hari.

Kebakaran lahan di empat wilayah Kecamatan Penajam tersebut meliputi kawasan RT 01 Kelurahan Kampung Baru, serta areal lahan milik perusahaan daerah di RT 08 Kelurahan Sungai Paret.

Kebakaran lahan yang terjadi bergantian di empat wilayah berbeda secara beruntun dalam satu hari tersebut diduga disebabkan faktor alam.

“Tujuh titik panas (hotspot) di wilayah itu terpantau atau terdeteksi bergantian, dan diduga peristiwa kebakaran itu dipicu faktor alam,” ucap Nurlaila.

Hembusan angin yang cukup kencang jelasnya, membuat kobaran api di lokasi kebakaran lahan tersebut semakin cepat membesar.

“Empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan bergantian ke masing-masing lokasi kebakaran lahan dan api baru berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian,” ujar Nurlaila.

Personel yang terlibat dalam kegiatan pemadaman kebakaran lahan tersebut yakni, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Polres Penajam Paser Utara dibantu masyarakat sekitar.

Masyarakat dan perusahaan diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan apalagi tanpa pengawasan, sebab dampaknya cukup luas termasuk merusak ekosistem hewan di sekitar.

Setiap perusahaan diminta jangan hanya melindungi wilayahnya saja, tetapi juga harus berpartisipasi membantu melindungi masyarakat sekitar saat terjadi bencana. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.