PDAM Penajam Mencari Sumber Air Baku Baru

Plt Direktur PDAM Danum Taka PPU, Ahmad Usman.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengantisipasi ketersediaan air baku dengan mencari sumber air baku baru untuk pengolahan air bersih selama musim kemarau panjang 2019.

Pelaksana tugas Direktur PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman saat ditemui helloborneo.com, Selasa mengatakan, manajemen PDAM mencari sumber air baku baru untuk menjaga ketersediaan air baku mengantisipasi kemarau panjang.

“Musim kemarau pada tahun ini diprediksi terjadi sampai akhir Oktober 2019, jadi PDAM harus mencari sumber air baku baru untuk pengolahan air bersih,” katanya.

Musim kemarau yang terjadi sejak Juli 2019 hingga saat ini berdampak terhadap penurunan ketinggian air Sungai Lawe-Lawe sebagai sumber air baku PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara.

Debit air Sungai Lawe-Lawe sebagai sumber air baku PDAM Danum Taka jelas Ahmad Usman, mengalami penurunan karena daerah setempat jarang turun hujan.

“Kondisi air baku untuk pengolahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya di wilayah Kecamatan Penajam, saat ini mulai menyusut,” ujarnya.

Air Baku PDAM Danum Taka diprediksi hanya mampu mencukupi kebutuhan bahan baku produksi air bersih sekitar satu bulan, jika hujan tidak segera mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Ketinggian air Sungai Lawe-Lawe sebagai sumber air baku PDAM Danum Taka itu diprediksi hanya mampu bertahan satu bulan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan,” ucap Ahmad Usman.

Untuk mengantisipasi berkurangnya air baku tersebut menurut dia, manajemen PDAM Danum Taka mulai berinisiatif mencari sumber air baku baru untuk kebutuhan bahan baku produksi air bersih.

“Salah satunya di Kecamatan Waru yang memiliki waduk seluas lebih kurang 30 hektare dapat mengantisipasi ketersediaan air baku untuk produksi air bersih,” ucap Ahmad Usman.

PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara juga mulai melakukan penghematan pada pompa kapasitas 80 liter perdetik, sebab volume sumber air baku sudah berkurang. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.