Pemerintah Kabupaten Penajam Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran

Bagus Purwa

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan membangun kembali atau membangun ulang rumah warga korban kebakaran setelah peristiwa demonstrasi sekelompok orang berujung rusuh dengan adanya pembakaran yang terjadi Rabu (16/10) di Pelabuhan Penyeberangan Penajam.

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud saat ditemui helloborneo.com, Senin mengatakan, pemerintah kabupaten mengupayakan pembangunan ulang atau pembangunan kembali rumah warga yang terbakar setelah aksi unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Penyeberangan Penajam.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Bupati, akan mengumpulkan dana rekonstruksi rumah-rumah warga yang terbakar tersebut.

“Rumah-rumah yang terbakar itu banyak di antaranya merupakan bangunan material batu dan dua lantai, jadi tidak mungkin membangun ulang rumah dengan konsep minimalis atau rumah subsidi keluarga miskin,” ujar Abdul Gafur Mas’ud.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Bupati, berupaya mengganti bangunan, minimal mendekati wujud standar rumah material batu bagi warga yang rumahnya terbakar tersebut.

Anggaran rekonstruksi rumah warga yang terbakar tersebut kata Abdul Gafur Mas’ud, jika memungkinkan akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengusulkan anggaran rekonstruksi rumah warga yang terbakar itu kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat.

“Kami juga akan berdiskusi dengan Bapak Gubernur Kalimantan Timur (Isran Noor) untuk mendapat arahan atau petunjuk mendapatkan sumber dana bantuan,” ucap Abdul Gafur Mas’ud.

Saat ini tambah Bupati, ada sumbangan bantuan untuk rekonstruksi rumah warga yang terbakar tersebut dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Provinsi Kalimantan Timur, lebih kurang Rp200 juta.

Aksi unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Penyebarangan Penajam yang menuntut denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda berujung rusuh dengan adanya pembakaran itu terjadi Rabu (16/10).

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 81 rumah warga RT 6, 7 dan 8 hangus terbakar dengan 328 jiwa kehilangan tempat tinggal. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.