Festival Nondoi Benteng Ketahanan dan Pelestarian Budaya Paser

Bagus Purwa

Pemukulan gendang (tepetep) saat pembukaan Festival Belian Adat Paser Nondoi yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penajam, helloborneo.com – Festival Belian Adat Paser Nondoi merupakan benteng ketahanan sekaligus sarana pelestarian budaya adat masyarakat Paser, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud.

“Festival Belian Adat Paser Nondoi itu sarana bagi masyarakat luar daerah untuk mengapresiasi budaya adat masyarakat Paser,” ujar Abdul Gafur Mas’ud, ketika ditemui helloborneo.com, Kamis.

Gelaran Festival Belian Adat Paser Nondoi merupakan kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Penajam Paser Utara yang teknis pelaksanaannya diserahkan kepada Lembaga Adat Paser setempat.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara hanya memantau dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Festival Belian Adat Paser Nondoi yang digelar setiap tahun tersebut.

Festival Belian Adat Paser Nondoi yang digelar mulai 6 sampai 14 November 2019 , dibuka secara resmi oleh Bupati Abdul Gafur Mas’ud di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau kilometer sembilan Nipah-Nipah.

“Kami apresiasi dengan diselenggarakannya Festival Belian Adat Paser Nondoi yang konsisten dan aktif mempromosikan eksistensi seni budaya adat masyarakat Paser di kalangan masyarakat,” tegas Bupati.

Belian Adat Nondoi tersebut merupakan ritual adat bersih-bersih kampung yang telah dilakukan masyarakat Paser jauh sebelum adanya kerajaan di daerah itu.

Ritual adat membersihkan kampung memilik arti dalam kehidupan masyarakat Paser, yakni menghormati para leluhur dan ketika berladang atau bekerja mendapat hasil melimpah.

Prosesi ritual adat tersebut mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat yang dilakukan semalaman selama delapan hari dengan menggunakan berbagai sesaji dan pernak pernik yang dipakai “pulung” atau dukun.

Festival Belian Adat Paser Nondoi memadukan unsur budaya lokal yang dikemas sebagai ajang menampilkan budaya khas untuk melestarikan budaya asli Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara).

Festival Adat Paser Nondoi 2019 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan di antaranya pameran, jalan santai, kuliner tradisional, serta beberapa lomba dan kegiatan lainnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.