Ibu Rumah Tangga di Penajam Dibekuk Polisi Miliki Sabu-Sabu 6,86 Gram

Ari B

Kapolres PPU Ungkap Kasus Narkoba Hasil Operasi Antik 2019.

Penajam, helloborneo.com – Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berinisial A (30 tahun) bersama suaminya berinisial R (35 tahun) dibekuk polisi dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang dimilikinya seberat 6,86 gram.

“Penangkapan pasangan suami istri pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba dilakukan sepanjang pelaksanaan Operasi Antik 2019,” ungkap Kapolres Penajam Paser Utara AKPB Muhammad Dharma Nugraha ketika ditemui helloborneo.com, Jumat.

Selama 14 hari Kepolisian Resor atau Polres Penajam Paser Utara melakukan kegiatan Operasi Antik 2019 di wilayah hukum di daerah itu. Operasi Antik dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai 29 November hingga 12 Desember 2019.

Dari pelaksanaan Operasi Antik 2019 tersebut jelas Muhammad Dharma Nugraha, polisi berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan mengamankan 14 tersangka.

Total barang bukti yang diamankan Polres Penajam Paser Utara selama Operasi Antik 2019 meliputi 27,97 gram sabu-sabu dan 1.930 butir pil LL (double L), serta uang tunai sekitar Rp1.060.000.

Dari 14 tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang diringkus polisi pada Operasi Antik 2019 jelas Kapolres, salah satunya adalah ibu rumah tangga berusia 30 tahun.

Ibu rumah tangga tersebut ditangkap bersama suaminya, dan saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

Dari hasil pemeriksaan, belasan pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dibekuk Polres Penajam Paser Utara tersebut berperan sebagai pengguna dan pengedar.

Dua orang tersangka diketahui pernah ditahan akibat kasus yang sama dan satu pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba lainnya masih berstatus sebagai pelajar.

Sejumlah tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara beberapa tersangka lainnya dikenakan pasal 197 Junto pasal 106 ayat (1) Subsider pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (bp/hb)  




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.