Tim Pengendali Inflasi Penajam Berencana Sidak Pasar Tradisional

Ari B

Asisten II Setkab PPU Ahmad Usman Bersama Perwakilan Bank Indonesia.

Penajam, helloborneo.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berencana akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di daerah itu menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

“Untuk menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2020, kami akan lakukan sidak ke pasar-pasar tradisional,” ujar Ketua TPID Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman ketika ditemui helloborneo.com, Jumat.

Inspeksi mendadak tersebut lanjut ia, sekaligus memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di wilayah Penajam Paser Utara.

Saat ini menurut Ahmad Usman, ada tiga jenis komoditas pasar yang menjadi pantauan lantaran harga komoditas tersebut mengalami kenaikan cukup tinggi.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi tersebut ungkapnya, daging ayam potong saat ini harganya Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, atau mengalami kenaikan Rp10.000 per kilogram.

Kemudian bawang merah yang biasanya dijual pedagang di pasar tradisional Rp28.000 per kilogram, mengalami kenaikan Rp7.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

“Harga beras dari luar daerah juga naik cukup signifikan, kami duga kenaikan harga ketiga komoditas itu karena persediaan dari luar daerah terbatas,” ucap Ahmad Usman yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

TPID Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana mengajak sekolah-sekolah serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di setiap kecamatan, desa dan kelurahan untuk ikut menyediakan sejumlah kebutuhan bahan pokok.

“Kami akan minta sekolah serta PKK di setiap kecamatan, desa dan kelurahan menanam kangkung, cabai juga bawang merah untuk menekan harga di pasaran,” kata Ahmad Usman.

“Kami ingin kebutuhan sayuran dapat dipenuhi dari halaman sekolah maupun halaman rumah warga yang ditanami beberapa komoditas sayuran, karena di Balikpapan pernah terjadi inflasi dipengaruhi harga kangkung,” jelasnya.

Ahmad Usman menegaskan, akan makin memantapkan penanaman sejumlah komoditas kebutuhan pokok di halaman sekolah maupun halaman rumah warga tersebut. (bp/hb)  




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.