Penajam Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Persiapan Pindah Ibu Kota

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara, Usep Supriatna.

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meningkatkan program pemberdayaan masyarakat desa di daerah itu sebagai persiapan pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara, Usep Supriatna saat ditemui helloborneo.com, Selasa mengatakan, instansinya memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat sebagai program pemberdayaan desa.

Pembangunan SDM (sumber daya manusia) lanjut ia, merupakan keharusan sebagai upaya serius dalam menyongsong pemindahan ibu kota negara, karena masyarakat lokal akan tersingkir kalau tidak siap dengan keterampilan dan keahlian yang mumpuni.

“SDM harus dipersiapkan sambut kehadiran ibu kota negara, sebab jika pembangunan fisik selesai masyarakat lokal bisa tersingkir karena tiak siap. Makanya yang terpenting pembangunan manusia,” tegas Usep Supriatna.

“Kapasitas masyarakat desa ditingkatkan dari tidak berdaya menjadi berdaya, ketika sudah berdaya pemerintah kabupaten melindungi hasil pengembangan kapasitas SDM itu melalui peraturan daerah,” ujarnya.

Program pemberdayaan masyarakat tersebut jelas Usep Supriatna, agar tenaga kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pendatang dengan dipindahkannya ibu kota negara ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

“Pemberdayaan masyarakat untuk membangun sumber daya manusia menyambut pindahnya ibu kota negara ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Sedangkan untuk SDA (sumber daya alam) kata Usep Supriatna, dengan produk yang menjadi unggulan di masing-masing desa juga akan diproteksi melalui regulasi daerah, sehingga produk unggulan desa memiliki hak cipta (branding).

Ia mencontohkan desa yang memproduksi ampalng dengan bahan baku ikan akan dilindungi mulai dari kemasan, pemasaran (promosi) serta hak cipta atau branding agar dikenal dan dapat dipasarkan secara luas.

Kegiatan DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut merupakan bagian dari program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju desa mandiri.

“Semua program itu merupakan bagian dari percepatan pembangunan dan pemberdayaan di 30 desa yang ada di Kabupaten Penajam Paser utara,” kata Usep Supriatna. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.