Tokoh Lokal Harus Dilibatkan Dalam Badan Otorita Ibu Kota Negara

Dosen Pasca Sarjana Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing Bersama Tim Pemekaran Kabupaten PPU.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Pengamat Komunikasi Politik Nasional Emrus Sihombing menegaskan tokoh lokal harus dilibatkan dalam Badan Otorita untuk mengurus pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

“Dalam Badan Otorita pengembangan ibu kota negara yang baru harus melibatkan tokoh lokal Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Emrus Sihombing ketika ditemui helloborneo.com di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, belum lama ini.

“Proses pembangunan Ibu kota Negara Indonesia yang baru itu harus melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat,” ucap Dosen Pasca Sarjana Universitas Pelita Harapan tersebut.

Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan menjadi lokasi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru, sehingga tegas Emrus Sihombing, tokoh Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) harus dilibatkan dalam Badan Otorita yang mengurus pemindahan dan pembangunan ibu kota negara tersebut.

Kendati Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara bakal menjadi ibu kota negara, namun lanjut ia, kearifan lokal daerah setempat harus tetap terjaga.

Dalam rancangan pembangunan Ibu Kota Negara Indonesia yang baru menurut Emrus Sihombing, harus tetap mencerminkan nilai-nilai budaya Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Jadi tokoh masyarakat dan tokoh adat harus ada di dalam Badan Otorita yang mengurus pemindahan dan pembangunan ibu kota negara itu,” jelasnya.

“Kami berharap dalam rancangan pembangunan ibu kota negara baru harus melibatkan nilai-nilai budaya, jangan hanya sekedar segi arsitek dan struktur bangunan saja,” kata Emrus Sihombing.

Kombinasi teknologi dan nilai budaya lokal tambahnya, mutlak harus dirancang, kalaupun dibentuk Badan Otorita Ibu Kota Negara tentunya harus melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat di dalamnya, serta nilai-nilai budaya.

Emrus Sihombing menimpali lagi, pembangunan Ibu Kota Negara Indonesia yang baru di wilayah Provinsi Kalimantan Timur tersebut diharapkan dapat menjadi sejarah peradaban baru di Indonesia.

Ia juga berharap pemerintah pusat mempersiapkan SDM (sumber daya manusia) Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, agar nantinya menjadi warga ibu kota yang siap bersaing dengan masyarakat dari luar daerah. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.