Empat Warga Penajam Paser Utara Positif Corona Di RSUD Kondisinya Baik

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Arnold Wayong.

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Empat warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dinyatakan positif virus corona jenis baru penyebab COVID-19 dan dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung, sampai saat ini kondisinya baik dan stabil.

Keterangan tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Penajam Paser Utara, Arnold Wayong di Penajam, Kamis.

Empat warga Kecamatan Penajam dinyatakan positif COVID-19 dari hasil pemeriksaan saluran pernafasan atas (swab orofaring) dari Kota Surabaya, Jawa Timur, yang keluar pada 6 April 2020.

Keempat pasien tersebut jelas Arnold Wayong, saat ini dalam kondisi baik dan sedang menjalani perawatan insentif di ruang isolasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.

“Pasien yang berusia 18, 19, 21 dan 36 tahun itu sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Ratu Aji Putri Botung dalam kondisi baik,” ujarnya.

“Kalau kondisi pasien stabil biasanya mampu melewati masa positif corona dan bisa sembuh,” ucap Arnold Wayong yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

Hingga saat ini menurut dia, tercatat sebanyak 10 pasien dalam pengawasan (PDP) termasuk empat pasien yang dinyatakan positif corona dirawat di ruang isolasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Sepuluh PDP yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Ratu Aji Putri Botung tersebut adalah warga yang berdomisili di Kecamatan Penajam dan Babulu.

Sementara jumlah ODP (orang dalam pemantauan) terdata sebanyak 57 orang masing-masing di Kecamatan Penajam 23 orang, Kecamatan Waru lima orang, 27 orang di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku lima orang.

Sedangkan ODP yang telah dinyatakan negatif COVID-19 dan masa pemantauan sudah selesai tercatat 91 orang tersebar di Kecamatan Penajam 45 orang, Kecamatan Waru empat orang, 26 orang di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku 13 orang.

“Masyarakat diminta memberikan informasi lengkap setelah bepergian ke daerah lain atau sesudah kontak langsung dengan pasien positif corona untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan COVID-19,” kata Arnold Wayong. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.