BPBD Penajam Petakan Enam Titik Wilayah Rawan Banjir

Ari B

Apel Petugas Pusdal Ops BPBD PPU.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memetakan enam titik wilayah rawan banjir di daerah itu seiring intensitas hujan mulai tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila saat ditemui helloborneo.com, Senin mengatakan faktor utama terjadinya banjir di enam titik di wilayah itu yakni luapan air sungai dan air laut.

“Luapan air sungai dan air laut sebagai penyebab rentannya terjadi banjir di emam titik di wilayah Penajam Paser Utara,” ungkapnya.

Selain luapan air sungai dan air laut lanjut Nurlaila, saluran pembuangan air yang mengarah ke rumah warga kurang memadai sehingga kerap mengakibatkan banjir.

Daerah yang masuk dalam pemetaan rawan banjir di antaranya, Desa Sumber Sari, Kelurahan Waru, Logpon, Desa Tengin Baru, Lawe-Lawe dan Nenang.

Khusus di daerah Lawe-Lawe dan Nenang jelas Nurlaila, perlu segera dilakukan normalisasi di wilayah muara sebab saat turun hujan deras cukup lama air kiriman biasanya juga cukup banyak

“Di Lawe-Lawe masih bisa banjir apalagi kalau hujan deras dan waktunya cukup lama, normalisasi Sungai Lawe-Lawe sudah bagus tapi di daerah muara yang belum maksimal normalisasinya,” ujarnya.

“Kalau di Lawe-Lawe itu perlu segera normalisasi muara agar dapat meminimalisir terjadinya banjir saat hujan turun deras dengan waktu cukup lama,” ucap Nurlaila.

Ia memimta masyarakat tetap waspada bencana, di mana faktor utama terjadinya banjir juga berasal dari luapan air sungai dan air laut di sekitar wilayah tersebut. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.