Tera Ulang Timbangan Pasar Tradisional Penajam Ditunda Akibat COVID-19

Ari B


Kepala Seksi Pengawasan Usaha Perdagangan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Nuryulianita.

Penajam, helloborneo.com – Tera ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya milik pedagang di pasar tradisional Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditunda akibat mewabahnya Coronavirus Disease atau COVID-19.

Kepala Seksi Pengawasan Usaha Perdagangan Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Nuryulianita saat ditemui helloborneo.com, Rabu mengatakan, instansinya menunda tera ulang timbangan di sejumlah pasar tradisional.

“Tera ulang timbangan milik pedagang pasar tradisional di empat kecamatan ditunda karena pandemi virus corona,” ujarnya.

Tera ulang ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya milik pedagang di pasar tradisional tersebut lanjut Nuryulianita, awalnya dijadwalkan mendekati atau menjelang Lebaran Idul Fitri.

Namun karena mewabahnya COVID-19 menurut dia, tera ulang ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya itu ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Selain karena pendemi virus corona jelas Nuryulianita, instansinya juga terkendala masalah anggaran untuk melaksanakan tera ulang ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya milik pedagang sejumlah pasar tradisional.

Anggaran tera ulang ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan atau Diskukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara terkena rasionalisasi sebagai dampak COVID-19.

Diskukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara berinisiatif mengajukan kembali pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Perubahan 2020 lebih kurang Rp36 miliar.

Tera ulang alat ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan lainnya milik pedagang di pasar tradisional tegas Nuryulianita, harus dilaksanakan karena sudah sekitar tiga tahun belum dilakukan tera ulang di pasar-pasar tradisional.

Tera ulang tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Hak Konsumen.

Sejauh ini kata Nuryulianita, baru SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan perusahaan yang sudah diukur atau ditera ulang oleh UPTD (unit pelaksana teknis daerah) Meteorologi Kota Balikpapan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.