Masyarakat Kabupaten Calon Ibu Kota Negara Antre Urus KTP Elektronik

Ari B

Antrian Warga di Kantor Disdukcapil PPU.

Penajam, helloborneo.com – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah ditetapkan sebagai calon ibu kota negara baru di Provinsi Kalimantan Timur, ramai mengantre mengurus kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Terpantau sejak dua hari terakhir warga ramai antre di ruang tunggu, bahkan sampai di luar Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Sejak Senin (15/6) warga yang mengurus administrasi kependudukan ‘membludak’,” ungkap Kepala Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto ketika ditemui helloborneo.com, Selasa.

“Kami perkirakan jumlah warga yang datang dan antre di Kantor Disdukcapil mencapai ratusan orang,” ujarnya.

Masyarakat mulai ramai antre untuk mengurus dokumen kependudukan tersebut menurut Suyanto, sejak pukul 09.00 Wita.

Mayoritas warga yang mengantre di Kantor Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara itu untuk mengurus KTP elektronik.

“Mereka rata-rata mengganti identitas status perkawinan, alamat sampai status pekerjaan, kebanyakan merubah data karena ada bantuan langsung tunai,” jelas Suyanto.

“Mayoritas warga juga mengganti KTP elektronik dengan yang baru, serta warga baru atau pendatang yang melakukan rekam data KTP elektronik,” tambahnya.

Kiriman persediaan blanko KTP elektronik dari Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri sebanyak 2.000 keping lanjut ia, sudah tiba sejak pekan kemarin.

Sehingga blanko KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara tersedia sebanyak 3.500 keping, bertambah 2.000 keping dari sebelumnya 1.500 keping.

Jika warga baru atau pendatang terus bertambah menurut Suyanto, diprediksi persediaan blanko KTP elektronik tersebut hanya bisa melayani penerbitan KTP elektronik hingga Juli 2020. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.