Bupati Penajam Sebut Penyertaan Modal Rp26 Miliar Untuk Investasi Pertanian

Ari B                                                                             

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud menyatakan pemerintah kabupaten memberikan penyertaan modal lebih kurang Rp26 miliar kepada Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Benuo Taka untuk investasi di sektor pertanian.

“Maksud dan tujuan pemerintah kabupaten memberikan penyertaan modal kepada Perumda Benuo Taka di antaranya untuk investasi mesin dan peralatan pertanian,” jelas Bupati ketika ditemui helloborneo.com, Kamis.

“Penyertaan modal itu juga untuk investasi tanah dan bangunan, modal pembelian gabah petani serta untuk biaya produksi di luar biaya bahan baku dan tenaga kerja (overhead) pabrik,” tambah Abdul Gafur Mas’ud.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengajukan Raperda (rancangan peraturan daerah) penyertaan modal Perumda Benuo Taka senilai Rp26 miliar kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD setempat.

Rencana tersebut tegas Abdul Gafur Mas’ud, merupakan bagian dari upaya pembangunan kawasan berbasis padi berupa pabrik penggilingan padi untuk mendapatkan PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor pertanian.

Kegiatan itu menurut Bupati, merupakan upaya pengembangan potensi usaha yang dilakukan Perumda Benuo Taka sebagai Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Kabupaten Penajam Paser Utara.

Abdul Gafur Mas’ud menilai padi merupakan komoditas andalan di Kabupaten Penajam Paser Utara, namun selama ini tidak menghasilkan PAD satu rupiah pun.

“Sejauh ini belum ada pendapatan asli daerah untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dari sektor pertanian atau PAD dari pertanian sejauh ini masih nol,” ujar Bupati.

“Makanya kami merencanakan pembangunan kawasan berbasis padi berupa pabrik penggilingan padi itu,” ucap Abdul Gafur Mas’ud.

Kawasan berbasis padi berupa pabrik penggilingan padi tersebut lanjut Bupati, berguna untuk meningkatkan pendapatan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain sebagai upaya meningkatkan PAD melalui pungutan pajak jual beli beras kata Abdul Gafur Mas’ud, juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (bp/tan) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.