BPJT diminta Lanjutkan Proses Lelang Jembatan Tol Penajam-Balikpapan

Bagus Purwa

Desain Jembatan Tol Teluk Balikpapan. (Ist)
Desain Jembatan Tol Teluk Balikpapan. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT diminta segera melanjutkan proses lelang proyek pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang saat ditemui helloborneo.com, Jumat menegaskan, rencana pembangunan jembatan tol penghubung lewat titik Nipah-Nipah dan Melawai seharusnya sudah tidak ada hambatan.

Pembangunan jembatan penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut lanjut ia, telah memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen lelang yang telah diserahkan kepada BPJT.

“Kami desak BPJT untuk segera lanjutkan proses lelang jembatan tol penghubung itu, semua persyaratan sudah lengkap dan tidak ada alasan pembangunan tidak segera dilaksanakan,” tegas Nicko Herlambang lagi.

Persyaratan dokumen yang telah dipenuhi itu di antaranya syarat persetujuan ketinggian ruang bebas jembatan (clearance), serta dokumen syarat teknis pembangunan jembatan tol penghubung sudah lengkap.

Desain Jembatan Tol Teluk Balikpapan. (Ist)

Pembangunan jembatan tol penghubung sepanjang 11,75 kilometer dengan lebar 33 meter tersebut juga telah dinyatakan layak secara ekonomi maupun finansial.

Menyangkut ketinggian ruang bebas jembatan 50 meter dari permukaan air laut tertinggi jelas Nicko Herlambang, sudah berdasarkan perhitungan dan terdata belum ada jembatan di negara mana pun yang memiliki ketinggian ruang bebas di atas 50 meter.

Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perhubungan menurut dia, juga sudah menyetujui ketinggian ruang bebas jembatan tol penghubung tersebut, jadi tidak ada alasan pembangunan tidak dilanjutkan.

“KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) masih persoalkan ketinggian ruang bebas jembatan, tapi keputusan Presiden dan menteri terkait tidak bisa diubah. Jadi tidak ada alasan KSOP menghalangi pembangunan jembatan ” ujar Nicko Herlambang.

Izin ketinggian ruang bebas jembatan 50 meter dari permukaan air laut tertinggi tersebut diterbitkan Kementerian Perhubungan sejak 2015, termasuk penetapan lokasi pembangunan sudah dilakukan.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan kata Nicko Herlambang, sangat setuju dengan adanya pembangunan jembatan tol penghubung lewat titik Nipah-Nipah dan Melawai tersebut. (bp/tan) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.