Disdukcapil Penajam Kembali Ajukan Tes Cepat Virus Corona bagi Pegawai

Ari B

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. PPU, Suyanto.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengusulkan “rapid test” atau tes cepat Coronavirus Disease (COVID-19) bagi pegawai untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan kantor.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyato saat ditemui helloborneo.com, Rabu mengungkapkan, untuk kedua kalinya meminta tes cepat COVID-19 dilakukan terhadap pegawai untuk antisipasi penularan virus corona di lingkungan kerja.

“Kami mengajukan kembali pemeriksaan cepat COVID-19 bagi pegawai itu karena dalam beberapa hari terakhir pelayanan cukup padat dan ramai,” ujarnya.

Jumlah pegawai Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara yang diajukan untuk melakukan “rapid test” ulang tersebut sebanyak 57 orang.

Ke-57 orang pegawai itu terdiri dari PNS (pegawai negeri sipil) atau ASN (aparatur sipil negara), serta THL (tenaga harian lepas) yang bekerja di bagian pelayanan.

Sebelumnya “rapid test” di lingkungan Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, pernah dilakukan pada Juni 2020 dan hasilnya semua pegawai non reaktif.

“Alasan kami perlu dilakukan tes cepat virus corona terhadap pegawai karena melihat jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara terus bertambah,” jelas Suyanto.

Selain itu lanjut ia, juga ada penularan virus corona di kalangan ASN di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung dan Kantor Inspektorat.

Suyanto berharap “rapid test” kedua terhadap pegawai diinstansinya tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap dalam bulan ini (Agustus 2020) agar pelayanan administrasi kependudukan masyarakat tidak terganggu.

“Kami segara layangkan surat kepada Dinas Kesehatan, untuk jadwalkan kembali pemeriksaan cepat COVID-19 bagi pegawai Disdukcapil.” ucapnya.

“Harapan kami bulan ini ‘rapid test’ dilakukan terhadap 57 pegawai di bidang pelayanan, tes cepat COVID-19 tidak bisa dilakukan secara bersamaan karena tugas kami pelayanan,” kata Suyanto. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.