Tim Gabungan BNN Ungkap Jaring Pengedar Narkoba, ASN Bontang Jadi Bandar Sabu

Poto Istimewa.

Bontang, helloborneo.com – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu yang melibatkan tiga personil Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bontang.

Dari operasi yang dilakukan BNNP Kaltim, BNNK Balikpapan, dan BNNK Bontang, tim gabungan berhasil mengamankan 7 orang berikut barang bukti lebih dari 24 gram.

Dua PNS Pemkot Bontang yang diamankan tersebut berinisial FW (39) yang merupakan pegawai Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Bontang dan AK (41) PNS dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Bontang.

Lima lainnya adalah RAS (32) TKD Pemkot Bontang, sementara DES (37), DY (40), AS (33), dan AH (57) bekerja di sektor swasta.

“Bandarnya PNS Perkim, yang (ASN) PMK pemakai,” kata Plh Kepala BNNK Bontang Kompol I Made Sukajana, Kamis (3/9/2020).

Made menambahkan, mereka diamankan di 3 tempat berbeda pada Rabu (2/9/2020). Pengungkapan kasus ini diawali penangkapan terhadap AR (37) yanag sudah diamankan sejak pekan lalu.

Tim lantas mengembangkan kasus hingga didapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di kawasan Jalan R Suprapto, Api-api, yang melibatkan PNS yang tak lain FW.

Tim gabungan akhirnya menangkap FW berikut 3 orang pembeli sabu. Dari hasil pengembangan lebih lanjut terungkap bahwa FW menitipkan sebagian sabu kepada RAS yang tinggal di Jalan Selat Makassar.

Di rumah RAS, tim tak berhasil menemukan sabu. Hanya muncul pengakuan bahwa barang haram tersebut DES yang beralamat di Jl Selat Bone Tanjung Laut. Di rumah DES inilah, sambung Made, sabu seberat 24 gram yang dikemas dalam satu poket berhasil ditemukan.

Kasus ini terus bergulir sampai diamankan pula pembeli sekaligus pemakai sabu yakni AK, AS, dan AH.

“Jadi keseluruhan yang kami amankan delapan orang, tapi mereka semua belum tentu jadi tersangka,” kata Made ditemui di ruang kerjanya.

Sesuai aturan, pihaknya memiliki waktu selama 6 hari untuk menentukan siapa saja yang layak dimintai pertanggungjawaban secara hukum atau sebagai tersangka, atau hanya saksi saja.

Dari kasus ini, diamankan barang bukti berupa, 2 paket sabu seberat 0,3 gram dan 0,65 gram. Satu paket sabu dalam plastik seberat 24 gram, dua timbangan digital, satu bong atau alat isap. 9 ponsel, uang tunai Rp1 juta, 5 buku tabungan, dan beberapa tempat penyimpanan sabu. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.