Uji Kesehatan Psikologis, Rahmad Mas’ud Akui Tidak Lakukan Persiapan Khusus

Poto Ketua HIMPSI Kaltim, Anissa.

Balikpapan, helloborneo.com – Perwakilan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kaltim mengungkapkan, pasangan bakal calon Rahmad Masud – Thohari Aziz memerlukan waktu tiga hingga empat jam untuk melakukan tes kesehatan psikologis.

Adapun tes kesehatan ini rangkaian lanjutan, setelah sebelumnya melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo.

Ketua HIMPSI Kaltim, Anissa mengaku tes kesehatan psikologis ini bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan rohani dan kemampuan kontestan Pilkada dalam menjalankan tugas secara umum.

“Untuk materi melihat kesiapan dan kemampuan bacalon dalam melihat masalah dan penyelesaianya seperti apa,” jelas Anissa, Rabu (16/9/2020)

Annisa menambahkan, dalam tes Psikologis berbagai macam materi, untuk satu tim terdiri dari lima orang. Namun demikian, dengan jumlah peserta hanya satu pasangan saja, maka tes tidak begitu lama.

“Paling lama dalam tes Psikologi hanya tiga hingga empat jam,” tandasnya.

Diketahui proses tes Psikologis yang diberikan untuk pasangan bacalon Rahmad – Tohari berjalan lancar dengan tes tertulis total 270 pertanyaan, simulasi dan metode gambar.

Bakal Calon Wakil Walikota Balikpapan, Tohari Aziz mengungkapkan pihaknya optimis tes Psikologis hasilnya baik karena dari keseluruhan psikotes gambar, menjawab beberapa pertanyaan hingga interview berjalan lancar dan dapat dijawab semua.

Tohari mengaku, semua pertanyaan dan interview dijawab semampunya dan mengalir saja.

Sementara menurut bakal calon Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang kini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Balikpapan, tes Psikologis berupa wawancara lebih kepada mendengarkan program visi dan misi serta latar belakang, terjun menjadi pengusaha dan masuk ke dunia politik.

“Mudah mudahan pertanyaan yang diberikan ke dirinya dapat menjadi motivasi masukan kepada teman teman, akan arti penting hidup bukan membahagiakan diri dan keluarga namun arti hidup dapat bermanfaat untuk semua orang,” ujar Rahmad.

Rahmad menjelaskan, untuk tes tertulis 270 pertanyaan serta metode menggambar dan simulasi. Menjawab pertanyaan ada yang sulit dan ada yang mudah, namun dirinya menjawab sesuai kemampuan saja.

“TIdak ada persiapan khusus untuk tes Psikologi, namun tetap berdoa dan berusaha,” tegas Rahmad. (adv/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.