Balikpapan Catat Kasus Perceraian Tertinggi se-Kaltim

Gambar Ilustrasi.

Samarinda, helloborneo.com – Angka perceraian di Kaltim selama tahun 2019 meningkat dibanding tahun 2018.

Jika pada 2018 tercatat 7.749 kasus, pada 2019 jumlahnya menjadi 7.803 perceraian. Selain paling banyak diajukan pihak perempuan (cerai gugat), penyebab kasus perceraian juga didominasi cekcok dalam rumah tangga.

Sebagai catatan, data perceraian ini hanya merangkum untuk yang beragama Islam. Data tersebut diperoleh dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung RI. Sementara dilihat dari penyebabnya, setidaknya ada 14 penyebab perceraian.

Yang paling banyak adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus yakni 4.296 kasus atau mencapai 55 persen dari seluruh perceraian. Penyebab terbanyak berikutnya adalah meninggalkan salah satu pihak 1.399 kasus atau sebanyak 17,9 persen dan faktor ekonomi 1.345 kasus atau mencapai 17,2 persen.

Jika ditilik dengan perbandingan jumlah perkawinan pada tahun yang sama, tingkat perceraian tertinggi ditemukan di Balikpapan. Tingkat perceraian di Kota Minyak adalah 38,64 persen dari jumlah perkawinan pada tahun yang sama.

Dapat dikatakan, dari tiga pernikahan di Balikpapan pada 2019, terdapat satu kasus perceraian atau belum tentu berasal dari pasangan yang menikah pada tahun tersebut. Bontang di tempat kedua dengan 34,64 persen, sedangkan tingkat perceraian di Samarinda 34,45 persen. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.