Sebanyak 1.790 Warga Terjaring Operasi Yustisi Penegakan Prokes Covid-19

Gambar Ilustrasi.

Bontang, helloborneo.com – Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan Covid-19 terus dilakukan tim gabungan TNI/Polri serta Satpol PP di Samarinda dan Bontang.

Sejak diberlakukan Perwali Nomor 43 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum, Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, di Samarinda pada tiga pekan lalu, sebanyak 1.790 warga terjaring tim gabungan.

Camat Samarinda Ilir, Ramdani menjelaskan ketidakdisiplinan warga mengikuti gerakan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak atau 3 M hingga kini masih sering ditemukan.

Ramdani bahkan menunjuk warga yang tinggal di Jalan Lambung Mangkurat, sebagai salah satu daerah di wilayahnya yang tergolong sulit ditertibkan.

“Kita dapatkan 50 orang tak pakai masker. Disanksi push-up an membersihkan sampah,” kata Ramdani, Selasa (29/9/2020) lalu.

Berbeda dengan Samarinda, langkah persuasif dilakukan oleh Tim gabungan TNI/Polri dan Satpol PP di Bontang masih berharap warga memiliki kesadaran menerapkan protokol kesehatan dengan cara ditegur secara langsung oleh aparat.

Kapolsek Muara Badak, Iptu Purwo menyebut, sejak awal operasi yustisi yang digelar Senin (28/9/2020) malam pihaknya terus mengedukasi warga masyarakat betapa pentingnya menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Terkait masih banyaknya warga yang keluyuran di malam hari, Purwo menilai disebabkan mereka sudah jenuh berbulan-bulan terus berada di rumah. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.