Tren Kasus Covid19 Meningkat, KPU Samarinda Tegaskan Tetap Lanjutkan Pilkada 2020

Gambar Istimewa.

Samarinda, helloborneo.com – Menuju Pilkada 2020, tren pasien yang terkonfirmasi positif di Samarinda kian mengkhawatirkan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, menyatakan bahwa KPU Samarinda hanya pelaksana peraturan perundang-undangan. Pilkada serentak ini bersifat nasional.

“Berangkat dari sana, saya harus menjelaskan sandaran hukumnya. Pertama ada Perppu 2/2020 yang sekarang sudah diundangkan menjadi UU 6/2020 yang menegaskan pemilihan serentak lanjutan pada Desember. Kedua, Peraturan KPU nomor 5 tentang Tahapan Pelaksanaan Pilkada. Ada juga PKPU Nomor 6 yang sudah direvisi beberapa kali,” jelas Firman, Rabu (30/9/2020)

Berdasarkan aturan tersebut, KPU tetap menjalankan semua tahapan mengacu kepada protokol kesehatan Covid-19 seperti diatur dalam PKPU Nomor 6 yang diubah dalam PKPU 11 dan PKPU 13.

Mengenai usulan penundaan, terang Firman, sepanjang UU 6/2020 belum diubah, KPU Samarinda tetap menjalankan semua tahapan. Pada Selasa, 29 September 2020, tahapan pilkada memasuki masa kampanye. KPU Samarinda tetap memberikan kesempatan kepada pasangan calon berkampanye dengan syarat harus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Oleh karena itu, kami merangkul Polri, TNI, dan Satuan Tugas Covid-19 Samarinda mengawasi pelaksanaan kampanye pasangan calon,” tambahnya. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.