Calon Kepala Daerah Kaltim Yang Terpapar Covid19 Bertambah, Cawabup Kutim, Uce Prasetyo Positif Covid19

Poto Istimewa.

Samarinda, helloborneo.com – Jumlah calon kepala dan wakil kepala daerah di Kaltim yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lagi. Dari Kutai Timur, calon wakil bupati dari pasangan nomor urut 2, Uce Prasetyo, disebut terkonfirmasi positif covid19.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr Bahrani Hasanal menyampaikan kabar tersebut, Kamis (1/10/2020) . Menurut Bahrani, cawabup tersebut positif Covid-19 disertai dengan gejala.

“Beliau (Uce) harus dirawat dulu (di rumah sakit),” terang Bahrani di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutim.

Setelah dirawat di rumah sakit, Uce kini dikabarkan menjalani karantina mandiri di kediaman pribadi.

Bahrani mengimbau masyarakat, rekan, maupun keluarga dari lingkungan Uce yang pernah kontak erat untuk diperiksa.

“Perlu tindak lanjut berupa tes swab,” imbau Bahrani.

Diketahui Uce adalah cawabup yang berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat. Nama keduanya memiliki kependekan AFI-UCE. Pasangan ini diusung Partai Persatuan Pembangunan yang memiliki sembilan kursi di DPRD sekaligus partai pemenang pemilu 2019 di Kutim.

“Mari kita doakan beliau (Uce) lekas pulih dan bisa melanjutkan tahapan pilkada,” terang Bahrani.

Uce adalah calon kepala daerah keempat di Kaltim yang terkonfirmasi positif Covid-19 sepanjang tahapan pilkada. Yang pertama adalah Kasmidi Bulang, juga kompetitor Uce sebagai calon wakil bupati Kutai Timur. Kasmidi diketahui terkonfirmasi positif ketika masa pendaftaran di KPU. Wakil bupati Kutim petahana ini dinyatakan sembuh beberapa hari kemudian.

Calon kepala daerah kedua yang terpapar adalah Muharram, bupati Berau petahana. Setelah dirawat di RS Pertamina Balikpapan, Muharram akhirnya meninggal dunia pada 22 September 2020. Sementara yang ketiga yaitu calon Wali Kota Bontang Adi Darma. Pria yang sekaligus mantan wali kota Bontang itu meninggal dunia pada Kamis siang, 1 Oktober 2020, setelah delapan hari terkonfirmasi positif virus corona.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 membeberkan, sudah 60 calon kepala daerah di seluruh Indonesia yang positif virus corona per 14 September 2020.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menyatakan hal tersebut di Istana Kepresidenan yang disiarkan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, dua pekan lalu.

“Calon kepala daerah harus memberi contoh disiplin yang baik kepada masyarakat karena semua calon kepala daerah ini adalah calon-calon pemimpin yang sedang diuji kepemimpinannya dan tunjukkan ke masyarakat kita bisa menjaga keselamatan dari rakyat kita semua,” imbuhnya.

Wiku menyebutkan ada ratusan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh bakal pasangan calon maupun partai politik. Data tersebut didapat dari Bawaslu.

“Terdapat 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon maupun partai politik. Beberapa pelanggaran di antaranya ada yang positif saat mendaftar, terjadinya kerumunan seperti arak-arakan, dan tidak menjaga jarak, dan tidak melampirkan hasil swab saat mendaftar,” terangnya. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.