DPRD: Pembayaran Pembebasan Lahan Bendungan Harus Sesuai Prosedur

Bagus Purwa

Foto Drone Wilayah Kecamatan Sepaku.

Penajam, helloborneo.comDewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengharapkan pembayaran pembebasan lahan pembangunan bendungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ibu kota negara Indonesia yang baru di Kecamatan Sepaku dilakukan sesuai prosedur.

“Pengukuran lahan lokasi pembangunan tubuh atau konstruksi bendungan sudah selesai,” ujar Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Hartono Basuki ketika dihubungi helloborneo.com Penajam, Sabtu.

Proses pengukuran lahan ulang dan penghitungan tanam tumbuh di lokasi pembangunan tubuh bendungan seluas 101 hektar telah rampung dilakukan oleh tim A pembebasan lahan.

Tahapan selanjutnya menurut Hartono Basuki, akan dilakukan pembayaran pembebasan lahan warga yang terkena proyek pembangunan bendungan tersebut.

“Kami harapkan pembayaran pembebasan lahan oleh pemerimtah pusat sesuai prosedur dan kondisi saat ini karena sebagai lokasi ibu kota negara,” tegas politikus Partai Demokrasi Indonesia atau PDI Perjuangan tersebut.

“Harga perolehan tanah itu kalau bisa tinggi, jadi pembayaran pembebasan lahan yang diperoleh masyarakat dapat digunakan kembali untuk usaha mereka,” tambah Hartono Basuki.

Intinya pembayaran pembebasan lahan tersebut lanjut ia, dilakukan tim pembayaran lahan langsung kepada warga pemilik lahan, jangan melalui pihak kedua dan ketiga atau mekanisme lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

Yang perlu diperhatikan atau diantisipasi yakni, ada lahan milik negara yang kena proyek bendungan jangan sampai direkayasa dibuatkan surat tanah atas nama orang lain untuk dapat pembayaran pembebasan lahan.

Kemudian apakah lahan perusahaan yang memiliki izin HGU (hak guna usaha) di atas lahan negara yang terkena pembangunan bendungan juga mendapatkan pembayaran pembebasan lahan.

Hartono Basuki juga berharap nantinya apabila ada lahan warga yang secara identifikasi pada saat ini tidak terkena proyek pembangunan bendungan, namun kemudian hari terdampak juga harus diperhatikan.

Tim A masih melakukan pengukuran ulang lahan warga dan menghitung tanam tumbuh di atas lahan warga seluas 342 hektare yang masuk dalam areal genangan. Total luas bendungan 443 hektare dengan tubuh bendungan seluas 101 hektare. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.