Komentar Miring di Sosmed, Pelajar SMK Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Polisi

Foto Istimewa.

Balikpapan, helloborneo.com – Salah seorang pelajar di SMK di Kota Balikpapan, bernama Alvian diduga jadi korban penganiayaan oknum Polisi.

Kejadian itu berlangsung Minggu (18/10/2020) lalu sekira pukul 22.00 Wita dikawasan Jalan Jendral Sudirman atau di depan Gedung Parkir Klandasan Balikpapan.

Ayah korban, Ferdinan mendapati kabar bahwa anak nya berada di Polresta Balikpapan ditangkap dan langsung menuju Polres bersama anak tertuanya.

Ferdinan pun mecoba menanyakan persoalan yang terjadi terhadap Alvian anak kandungnya kepada petugas kepolisian, namun kepolisian menyebutkan, korban berada di Polresta sudah dalam kondisi telah bercucur darah dibawa oleh sejumlah warga.

Ferdinan pun meminta anak nya untuk dibawa kerumah sakit, lantaran darah dari kepala Alvian terus bercucuran. Ferdinan juga sempat menanyakan kembali perihal kejadian yang menimpa korban lalu salah satu petugas pun menyinggung masalah pelanggaran ITE.

“Trus dibawa sama Kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara, itu dapat tiga jahitan di kepala. Saya tanya lagi kok bisa begini, nah salah satu anggota menyinggung masalah ITE,” sebut Ferdinan, Selasa (20/10/2020)

Kuasa hukum korban, Hirson Kharisma, menyebutkan ada dugaan oknum oknum polisi melakukan tindakan yang unprosedural, hingga mengarah pada penganiayaan sesuai dengan apa yang disampaikan korban.

“Saya pikir ini serius ya masalahnya, ada diduga oknum oknum polisi yang melakukan tindakan unprosedural, yang mengarah pada penganiayaan hingga menyebabkan luka berat,” sebut Hirson

Hirson menilai ada pelanggaran serius bila benar terbukti ada oknum yang bertindak diluar prosedur kepolisian dalam melakukan penangkapan, dimana dari keterangan korban menyebutkan sempat diperlihatkan permasalahan komentar nya pada satu akun media sosial, yang diduga menyinggung Kapolresta Balikpapan, hingga dirinya dicari oleh seseorang yang diduga menyamar dan mengajak korban bertemu di lokasi kejadian.

“Nah disini saya melihat ada pelanggaran serius, baik pidana atau pun peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2009 Implementasi dan Standar HAM dalam penyelenggaraan dan tugas kepolisian. Bila berkaitan dengan ITE, seharusnya ditindak sesuai prosedur seperti keterangan korban, dimana korban mengkomentari salah satu postingan dimedia sosial, yang mungkin sedikit mengejek Kapolresta,” jelas Hirson.

Pihak nya pun berencana melakukan pelaporan ke KSPK soal tindak pidana, dan ke Propam terkait pelanggaran Etik.

“Ya itu nanti kita akan berencana untuk pertama melakukan pelaporan ke KSPK soal tindak pidana kemudian kita laporkan juga ke divisi Propam nya untuk pelanggaran kode etik, mungkin itu sih,” tandasnya.

Sementara itu Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, membenarkan adanya seorang anak yang dibawa ke Polresta Balikpapan dengan kondisi telah bocor kepalanya, namun perihal permasalahan yang terjadi, pihak nya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait permasalahan yang dialami korban, lantaran korban hingga kini belum menjalani pemeriksaan.

“Jadi gini kemarin memang ada anak dibawa kesini untuk membuat laporan, tapi sampai saat ini anak itu dibawa pulang sama orang tua nya, belum kembali, jadi kita belum tau persis permasalahan yang terjadi itu apa,” tandas Turmudi.

Turmudi memastikan, bila terbukti adanya oknum oknum yang terlibat, maka akan ada tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku.

“Nanti semua ada mekanisme ada jalur nya, melalui Propam baru kalau itu anggota, pengaduan juga ada di Propam baik itu Polres atau di Polda, semua mekanisme itu ada aliran jalur nya,” tegas Turmudi. (deps/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.