Persiapan PON ke-XX di Papua, KONI Kaltim Gelar Bimtek Pelatih

Foto Istimewa.

Samarinda, helloborneo.com – Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX di Papua tahun 2020 terus berjalan. KONI Kaltim, pada 21-22 Oktober 2020 menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pelatih PON XX Papua, bertempat di Aula Lantai II Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. 

“PON Papua 2021 tinggal setahun lagi. Waktu 365 hari dinilai tidak panjang dalam mempersiapkan atlet menuju multievent empat tahunan tersebut. Bahkan bisa dibilang pendek,” ucap Ketua Umum KONI Kaltim, Zuhdi Yahya. 

Sebanyak 34 provinsi, yang tetap latihan pada masa pandemi ini tidak banyak. Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bali.

Pada masa pandemi ini, mempersiapkan atlet terus dilakukan KONI Kaltim melalui pelatih masing-masing cabang olahraga (cabor). Tentu dengan memastikan para pelatih dan atlet berlatih mematuhi protokol kesehatan. 

Zuhdi Yahya mengatakan berdasarkan hasil Pra-PON 2019 lalu, ada 324 atlet dan 103 pelatih plus ofisial teknik yang disiapkan ke PON.

“Pelatih-pelatih ini pilihan. Bukan hanya atlet yang diseleksi, pelatih juga,” jelas Zuhdi Yahya. 

Adapun bimtek yang dilaksanakan kali ini khusus pelatih yang cabornya dipertandingkan di PON. Akhir tahun mendatang KONI akan kembali melakukan pelatihan bersertifikat sebagai standar bagi para pelatih.

Konsultan Teknik KONI Kaltim Dikdik Zafar Sidik yang memberi materi menyebut bahwa bimtek ini merupakan upaya mengingat kembali dan menyamakan persepsi para pelatih untuk meraih prestasi di PON.

“Bagaimana meraih lima besar. Apakah sama tantangannya dengan PON Jawa Barat lalu dengan PON Papua nanti,” ucap Dikdik. 

Ditambahkan Dikdik, selama ini lima besar PON selalu ditempati Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sementara Kaltim di peringkat kelima atau terbaik di luar Jawa. Namun pada PON Papua menjadi tantangan tersendiri, karena Papua selaku tuan rumah juga memiliki target.

“Usahanya harus lebih dibanding persiapan di Jabar. Kita harus realistis, karena Papua tentu punya target. Kita harus realistis hadapi Papua sebagai tuan rumah,” tutup Dikdik. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.