Atensi Kasus Penganiayaan Pelajar, Kompolnas Periksa Berkas Laporan

Foto Istimewa.

Balikpapan, helloborneo.com – Kasus dugaan penganiayaan pelajar yang diduga dilakukan oknum polisi di Kota Balikpapan pada Minggu (18/10/2020) lalu, kini menjadi atensi khusus Komisi Kepolisian Nasional RI (Kompolnas).

Dua berkas laporan yang masuk ke kepolisian Polresta Balikpapan, yang dilayangkan Alvian sebagai pelapor korban penganiayaan dan juga terlapor kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik oleh pelapor Suyanto yang tersiar di sejumlah media, menjadi perhatian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr.Benny Jozua Mamoto, dalam mengawasi profesionalis kinerja kepolisian.

“Ini saya langsung respon, saya sekarang lagi minta laporannya, hasil pemeriksaannya ataupun hasil penanganannya sampai dimana,” sebut Purnawiran Bintang Dua dipundaknya, Sabtu (24/10/2020)

Pihaknya berharap masyarakat dapat turut membantu memberikan bukti bukti penangkapan dan penganiayaan yang terjadi, hal ini agar dapat mempercepat proses penanganan dugaan kasus penganiayaan yang diduga dilalakuka polisi, ataupun preman nantinya.

“Biasanya bantuan dari masyarakat kalau ada kejadian seperti itu masyarakat disekitar tiba-tiba merekam. Ada yg diviralkan ada tidak,
Kalau bisa dapat bahan itu mempercepat proses itu. Oh ternyata bener dipukulin
Tinggal diidentifikasi dan kalau itu aparat nanti propam yang menangani,”tambahnya.

Benny mengatakan, pihaknya akan mensupervisi dua kasus yang mungkin berkaitan ini baik ITE dan juga dugaan penganiayaan yang dilakukan polisi, agar penanganan kasus ini dapat berimbang.

“Yang jelas, kami dari Kompolnas pasti memsupervisi lah karena ini menjadi atensi kami, bagaimana penanganan kasus pencemaran nama baiknya, bagaimana kasus tentang pemukulannya yang diduga oleh aparat. Supaya nanti objektif jangan nanti gara-gara anak ini dilaporkan pencemaran nama baik, penanganannya tak berimbang,”tandasnya.

Sementara itu anggota Kompolnas RI, Poengky Indarti, berharap Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Kaltim dapat proaktif menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota polisi, menurutnya kasus tersebut tak perlu menunggu laporan untuk ditangani, berkaitan dengan pencemaran nama baik yang dilakukan Alvin, pihak nya berharap dapat diselesaikan dengan dengan damai.

“Dugaan pencemaran nama baik bisa dilaporkan secara pidana atau diselesaikan secara damai melalui restorative justice jika pelaku sudah mengaku bersalah dan berjanji tidak mengulangi kesalahan. Tetapi pihak pelapor bisa saja menolak berdamai dan tetap melanjutkan laporan, pihaknya berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan damai melalui restorative justice,” pungkas Poengky. (deps/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.