Kecamatan Penajam dan Babulu Daerah Rawan COVID-19 di Kabupaten Penajam

Ari B

Ruang Rawat Isolasi Pasien Covid19 di RSUD RAPB PPU.

Penajam, helloborneo.comKecamatan Penajam dan Babulu menjadi daerah rawan penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kata Kepala Dinas Kesehatan setempat Arnorld Wayong.

“Penyebaran kasus COVID-19 didominasi dari dua wilayah kecamatan yakni, Kecamatan Penajam dan Babulu,” ungkap Arnold Wayong ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Kecamatan Penajam dan Babulu jelasnya, yang paling berpotensi penyebaran virus corona, dibanding Kecamatan Waru dan Sepaku relatif lebih sedikit.

Kecamatan Penajam lanjut Arnold Wayong, menjadi penyumbang terbesar kasus COVID-19 dengan persentase sekitar 40 persen, sedangkan Kecamatan Babulu sekisar 30 persen.

“Pencegahan penularan virus corona itu menjadi tugas bersama. Bukan hanya pemerintah saja, tapi juga masyarakat,” tegasnya.

“Penyebaran COVID-19 di wilayah Penajam Paser Utara sebagian besar dari luar daerah, tidak ada terkonfirmasi penularan antar-masyarakat di satu wilayah (transmisi lokal),” tambah Arnold Wayong.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan pemetaan atau zonasi level kewaspadaan virus corona menurut wilayah kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Sampai saat ini menurut Arnold Wayong, terdata 12 warga terkonfirmasi positif COVID-19, tiga orang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Sembilan warga lainnya melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing, sementara warga yang sudah sembuh terdata 113 orang.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara diimabu agar mengurangi aktivitas dan berkumpul bersama di luar rumah karena penyebaran COVID-19 tidak dapat terdeteksi secara kasat mata.

Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kesadaran mengikuti arahan pemerintah, serta melaporkan apabila ada keluarga atau tetangga yang terkena gejala virus corona. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.