Jamin Kerahasiaan Surat Suara, Bawaslu Balikpapan Melarang Penggunaan Alat Elektronik Terhadap 50 Petugas Penyortiran

Foto Komisioner Bawaslu Balikpapan, Ahmadi Aziz.

Balikpapan, helloborneo.com – Guna menjamin kerahasiaan terhadap surat suara. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Balikpapan melakukan pengawasan ketat terhadap 50 orang petugas penyortir surat suara yang melakukan kegiatan di Aula KPU Balikpapan, terutama perihal tidak membawa alat elektronik berupa kamera smartphone maupun video.

“Pengawasan jalannya penyortiran surat suara di Aula KPU dilakukan dari 23 November hingga selesai nanti,” tegas Komisioner Bawaslu Balikpapan, Ahmadi Aziz, Kamis (26/11/2020) lalu.

Sebelum dilakukan penyortiran, petugas penyortir surat suara harus diperiksa suhu tubuh setiap harinya, apabila memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat celsius, maka dilarang masuk. Petugas juga wajib memakai masker serta dilarang membawa alat atau perangkat elektronik ketika sedang melakukan sortir dan lipat surat suara.

“Protokol kesehatan harus dijalankan seperti memeriksa suhu tubuh, menggunakan masker dan cuci tangan sebelum masuk melakukan penyortiran,” tegasnya.

Ahmadi menjelaskan penyortiran suara suara yang rusak juga diawasi mulai dari proses hitung hingga jenis kerusakan. Apabila ada surat suara rusak, maka akan dilaporkan untuk mendapatkan pergantian oleh pabrik yang melakukan pencetakan surat suara.

“Kertas surat suara yang rusak, akan dihitung dan dilaporkan ke perusahaan yang menjadi kerjasama KPU RI, ” jelasnya. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.