Sebanyak 56 Desainer Nusantara, Turut Ramaikan Borneo Fashion Bration 2021

Foto Istimewa.

Samarinda, helloborneo.com – Sebanyak 56 desainer dari berbagai kota di Nusantara turut andil dalam even virtual bertajuk Borneo Fashion Bration (BFB) 2021 pada tanggal 16 Januari mendatang.

Dalam konfrensi pers yang digelar hari ini, Minggu (10/01/2021), Founder BFB, Anas Maghfur mengatakan pagelaran busana yang diprakarsai oleh desainer-desainer membanggakan asal Kaltim tersebut mengangkat tema Wastra Nusantara dari Kaltim untuk IKN.

“Busana-busana berbahan kain khas Kaltim dan kain khas dari daerah asal para desainer yang terlibat. Kaltim terkenal dengan beberapa corak kain khas yang sudah familiar di kalangan penikmat fesyen. Contohnya seperti Sarung Samarinda, Batik Bontang, Ulap Doyo, Sulam Tumpar, Krioong, Badong Tencep, Batik Kutim, Batik Samarinda, hingga Batik Balikpapan,” jelas Anas.

Ia menegaskan BFB 2021 menjadi salah satu rangkaian acara Visit Kaltim Fest 2021 sebagai acara pembuka dengan tema Fashion Industry sekaligus menyambut Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.

Di BFB 2021, ada beberapa hal yang akan dilaksanakan. Sebut saja BFB Model Audition, BFB Fashion Design Competition, BFB Virtual Trunk Show, BFB Fashion Illustration Workshop, dan tentu saja BFB Fashion Show.

Diakui Anas, bahwa dia bersama kawan-kawan di industri fesyen ingin kembali menghidupkan fesyen yang ada di Benua Etam melalui gelaran BFB.

“Terlebih lagi dengan wastranya. Kami melihat potensi wastra di Kaltim banyak yang belum dieksplorasi. Itu yang ingin kami perlihatkan pada BFB kali ini,” tegas Anas.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menambahkan tahun ini terdapat tiga tema besar untuk Visit Kaltim Fest, dimana BFB memang jadi tema pembeda.

Pada 2020 silam, teater dan seni pertunjukan turut diangkat. Namun pada 2021 hadir dengan nuasana berbeda karena mengangkat soal fesyen.

“Fesyen turut disertakan di agenda Visit Kaltim Fest 2021 karena berpotensi menjadi subsektor ekonomi kreatif yang ke depannya bisa dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Sri.

Perempuan berhijab itu pun menjelaskan bahwa untuk mengangkat ekowisata, nantinya akan menggelar festival Sangkulirang di seri kedua dan festival tiga Danau di seri ketiga. Hal ini dimaksudkan agar khalayak luas lebih mengenal kekayaan yang ada di Kaltim. Diangkat dalam bentuk festival agar secara internasional pun bisa diketahui. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.