Penajam Hanya Bayar 20 persen Dari Rp2 Miliar Harga Bilik Sterilisasi

Ari B

Foto Kepala Dinkes Penajam Paser Utara, Jense Grace Makisurat.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hanya membayar 20 persen untuk pengadaan empat bilik sterilisasi COVID-19 khusus kendaraan dari nilai kontrak Rp2 miliar sesuai hasil penghitungan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

“Uang muka yang kami bayarkan 20 persen dari harga pembelian empat bilik sterilisasi virus corona khusus kendaraan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Jense Grace Makisurat ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Dari penghitungan Inspektorat dan BPK lanjut ia, pencairan uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak Rp2 miliar tersebut dianggap sudah mencukupi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara tidak perlu melunasi sisa pembayaran pengadaan empat bilik sterilisasi COVID-19 khusus kendaraan sesuai hasil penghitungan Inspektorat dan BPK.

“Untuk pembayaran sisa, tidak kami bayarkan karena hitungan BPK dan Inspektorat uang muka 20 persen dari proyek pengadaan itu sudah mencukupi,” ucap Grace Makisurat.

Bilik sterilisasi berukuran panjang enam meter, serta lebar 4,5 meter yang telah terpasang di tempat-tempat umum sejak Juni 2020 belum difungsikan karena adanya “addendum atau penyesuaian harga tersebut, akan dipindahkan posisinya.

Pemindahan posisi bilik sterilisasi COVID-19 khusus kendaraan itu menurut Grace Makisurat, sesuai hasil rapat koordinasi instansinya dengan sejumlah perangkat daerah dan kepolisian.

“Pemindahan posisi bilik sterilisasi virus corona khusus kendaraan itu memperhatikan asas fungsi dan manfaat,” jelasnya.

Untuk wilayah Kecamatan Penajam dipasang di pintu masuk pelabuhan, di Kecamatan Babulu dipasang di jalan depan rumah makan nasi pecel Madiun.

Kemudian di wilayah Kecamatan Sepaku lokasinya masih dikaji dan satu dipasang di depan ruang IGD (instalasi gawat darurat) Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung.

“Saat ini kami masih menunggu pihak penyedia untuk memindahkan bilik itu, diharapkan empat bilik sterilisasi COVID-19 khusus kendaraan dapat dioperasikan dalam bulan ini,” kata Grace Makisurat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.