Aspirasi Netizen Dukung Agus Jabo Priyono sebagai Tokoh Harapan 2024 Menguat

Foto Agus Jabo Priyono.

Jakarta, helloborneo.com – Aspirasi netizen dukung Agus Jabo masuk dalam Poling 24 Tokoh Harapan 2024 yang di gelar Kantor Berita Politik RMOL semakin menguat.

Menanggapi aspirasi yang berkembang tersebut, Koordinator Poling RMOL, Denny NJA mengatakan bahwa pihak penyelenggara tidak bisa memasukkan begitu saja nama tokoh baru ke dalam daftar yang ada. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan nama-nama yang menjadi saran dan masukan dari masyarakat.

“Masih banyak tokoh lain yang dukungannya belum bergerak. Kalau mereka bergerak, maka formasi dalam poling ini bisa berubah,” ujar Denny NJA, Kamis (25/02/2021) lalu.

Ia menambahkan dukungan untuk Erick Thohir merangkak dengan cepat. Pada Kamis (25/2) ini, posisi Erick Thohir sudah digusur Ridwan Kamil. Tokoh yang sebelumnya silih berganti memimpin klasemen sementara, seperti Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Airlangga Hartarto.

“Karena itu tidak menutup kemungkinan (kolom) Tokoh Lain dalam poling ini juga bisa menggusur 24 Tokoh Harapan yang ada,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Agus Jabo Priyono, lelaki kelahiran Magelang 52 tahun yang lalu ini, yang hidup dan perjuangannya menjadi inspirasi Novel Lelaki di Tengah Hujan karya Wenri Wanhar, bisa menjadi tokoh pilihan yang diharapkan.

Dalam beberapa kolom komentar banyak usulan yang meminta Agus Jabo Priyono, tokoh muda yang kini getol menyuarakan ketidakadilan sosial akibat ulah Oligarki ini disertakan dalam poling.

Salah satunya adalah Minaria Christyn, mengukaui bahwa Bung Agus Jabo Priyono, ketua umum PRD. masih konsisten berdiri di garis terdepan bersama rakyat. Tanpa lelah dan bersih dari oligarki.

Ditambahkan oleh Farhan Abdillah Dalimunthe
alasan memilih Agus Jabo Priyono karena rekam jejaknya jelas tidak pernah bersentuhan dengan oligarki dan masih konsisten memperjuangkan rakyat sejak beliau mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) untuk menggulingkan Soeharto hingga detik ini.

“Yang kita harapkan bukan sekadar sosok yang populer, tapi harus yang bekerja nyata memperjuangkan nasib rakyat. Sudah cukup kita ditipu oleh pemimpin-pemimpin yang dipoles oleh media tapi nyatanya tidak mampu memperbaiki nasib rakyat. 2024 Republik Indonesia harus terbebas dari oligarki,” tegas Farhan. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.