Kegiatan di Tempat Ibadah di Kota Balikpapan Ditiadakan Selama PPKM

M Rizki

Foto Istimewa.

Balikpapan, helloborneo.com – Kegiatan di tempat-tempat ibadah di Kota Balikpapan ditiadakan sementara selama penerapan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) sampai dengan dinyatakan aman daerah itu dari COVID-19.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Senin mengatakan, Kota Balikpapan ditetapkan masuk dalam status PPKM level empat oleh pemerintah pusat.

Adanya penetapan status PPKM level empat berdasarkan instruksi dr Meteri Dalam Negeri atau Mendagri, Pemerintah Kota Balikpapan menerbitkan Peraturan Pemerintah Wali Kota Balikpapan No.300/2697/Pem.

Berdasarkan instruksi Mendagri tersebut akses dan fasilitas umum di Kota Balikpapan ditutup sementara selama diterapkan PPKM untuk pengendalian dan penanganan COVID-19.

“Sesuai instruksi Mendagri, pemerintah kota berlakukan penutupan semua aktivitas umum sampai 20 Juli 2021,” ucap Rahmad Mas’ud.

Dengan diterapkannya PPKM level empat lanjut ia, kegiatan di seluruh tempat-tempat ibadah, termasuk di masjid ditiadakan sementara waktu.

Penetapan PPKM level empat tersebut tegas Rahmad Mas’ud, untuk keberlangsungan kesehatan masyarakat Kota Balikpapan.

Selain tempat ibadah, berdasarkan instruksi Mendagri, Pemerintah Kota Balikpapan juga menutup semua fasilitas umum atau tempat yang mengundang keramaian.

“Fasilitas umum itu seperti pusat pembelanjaan termasuk pasar, rumah makan, kafe hingga tempat wisata,” ujar Rahmad Mas’ud.

Penerapan PPKM yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan jelasnya, untuk melindungi masyarakat dari virus corona yang saat ini bergejolak, serta untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.